SHARE
Loading...

Kejadian memilukan terjadi di Masjidil Haram Makkah, tepatnya di depan lokasi hajar Aswad.

Seorang jamaah haji berusia sekitar 50 tahun mengalami luka berat setelah terpental kemudian terinjak-injak saat mencoba menyelinap masuk dalam kerumunan jamaah yang antre mencium hajar aswad.

Ainur Rofiq (33) Salah satu mukimin ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa tragedi berdarah ini terjadi pada tahun 2015, korban yang diketahui berkulit hitam awalnya melakukan aktifitas tawaf di sekitar Kabah.

Namun pada putaran tawaf yang kedua tiba-tiba saja jamaah haji tersebut mencoba untuk mencium hajar aswad dengan cara tak wajar, yakni dengan tidak mau mengantri, malah menarik tubuh orang-orang yang ada di depannya dengan kedua tangannya sepenuh tenaga.

Tubuh jamaah yang ditarik itu ternyata berpegangan dengan pundak orang yang ada di depannya lagi, Sontak tubuh mereka pun berjatuhan dan menimpa tubuh korban. Korban yang tertimpa sekitar puluhan jamaah haji yang sedang mengantri mencium hajar aswad langsung tak sadarkan diri, Dari kakinya mengeluarkan darah yang cukup banyak.

Melihat tragedi tersebut, Pihak keamanan masjidil haram langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Ajyad yang berada tepat di bawah hotel Al Safwah Makkah.

Klarifikasi Pihak Kemanan Masjidil Haram

Juru bicara Pasukan Khusus untuk Keamanan Masjidilharam, Mayor Jenderal Samih As Sulami, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa foto itu bukan kejadian baru.

”Itu adalah gambar lama dan diambil setelah seorang jamaah Afrika berusia 50-an terluka sampai di bagian kaki setelah dia menyelinap saat banyak orang mengitari Kakbah,” kata Samih, seperti dikutip media Arab Saudi, Sabq.

”Korban yang terluka diberi pertolongan pertama di tempat sebelum dibawa ke Rumah Sakit Ajyad terdekat,” ungkapnya, Ahad (1/10/2017).

Hukum Mencium Hajar Aswad

Sebagaimana diketahui dan tertuang dalam kitab-kitab Manasik Haji dan Umroh, bahwa mencium Hajar Aswad hukumnya adalah sunnah namun bisa menjadi haram jika malah melakukan perbuatan dzalim terhadap orang lain.

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari).

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.

Wallahu A’lam.