SHARE
Loading...

Dari sekitar 1,7 juta siswa SMA yang mengikuti ujian Nasional, hanya 30% di antara mereka yang memiliki kesempatan tinggi untuk melanjutkan pendidikan Sarjana. Faktor utama yang mempengaruhi angka ini adalah keterbatasan ekonomi. Tentu saja, biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi memang tidak murah.

Namun ada banyak hal yang bisa ditempuh bagi anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan kuliah, salah satunya adalah beasiswa. Ada juga cara lain seperti bekerja sambilan. Seperti tindakan Brenda Trivena Grace Salea ini. Gadis asal Manado ini bahkan lakoni pekerjaan berat dan serabutan sekaligus demi membiayai kuliahnya.

Gadis berparas rupawan ini mengenyam pendidikan lanjutan di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK)-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado. Brenda dikenal sebagai gadis yang supel dan pintar.

Namun teman-teman Brenda tidak mengetahui bahwa untuk membiayai kuliahnya, anak kedua dari tiga bersaudara ini harus bekerja keras. Mulai dari jadi kuli bangunan, sopir angkot jurusan Likupang – Tatelu, hingga mengumpulkan tumpukan kardus bekas untuk dijual.

Loading...

Brenda pun melakoni pekerjaan-pekerjaan berat tersebut karena kondisi ekonomi keluarganya memang kurang mencukupi. Yang paling menakjubkan, sejak kecil gadis berambut panjang ini memang telah bekerja keras. Sejak kelas 4 SD dirinya ikut orangtuanya berjualan ikan dan pisang.

Meski demikian, Brenda tak malu dengan pekerjaan yang dilakoninya. Justru berkat pekerjaan kasar tersebut, dirinya berhasil tamat kuliah dan mendapatkan gelar sarjana seperti yang dia impikan. Bangga dan inspiratif kan?

Loading...
Loading...