Israel Dukung AS Pangkas Bantuan untuk Pengungsi, Anak-Anak Palestina Terancam Kelaparan

Posted on

Lahiya – Israel mendukung kemungkinan langkah Amerika Serikat (AS) untuk memangkas bantuan kepada badan Perserikatan Bangsa-bangsa yang berfungsi memberikan bantuan bagi para pengungsi Palestina (UNRWA).

Seperti diwartakan situs cnnindonesia.com, kepala negisiator perdamaian bagi Palestina, Saeb Erekat, mengatakan bahwa jika pemangkasan bantuan itu benar-benar dilakukan AS, maka anak-anak pengungsi Palestina akan kelaparan.

Dukungan Israel kepada AS ini disampaikan seorang pejabat tinggi Israel pada Sabtu (6/1/2018). Ia juga berpendapat supaya pemotongan itu bisa dilakukan secara bertahap.

“Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) mendukung pemotongan secara berkala ke UNRWA,” kata pejabat Israel tadi yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari cnnindonesia.com.

Pemangkasan bantuan AS kepada UNRWA bakal berdampak signifikan karena menurut situs URNWA sendiri, janji bantuan AS hingga 2016 ke badan PBB ini berjumlah hampir 370 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,96 triliun.

Baca Juga: Tak Malu-Malu! Putri Ustad Jefri “Uje” Al Buchory Pamer Kebersamaan dengan Egy Maulana Vikri

Selain itu, cnnindonesia juga mengutip situs berita Axios di mana di sana disebutkan bahwa Amerika telah membekukan dana sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,67 triliun padaJumat (5/1/2018). Kendati demikian, seorang pejabat luar negeri AS menyatakan bahwa pemerintah belum mengambil keutusan apa pun.

Dalam pernyataan singkatnya, Kantor PM Netanyahu mengatakan “mendukung pendekatan kritis Presiden Trump dan meyakini bahwa langkah praktis harus diambil untuk mengubah keadaan, yakni bahwa UNRWA sedang melanggengkan masalah pengungsi Palestina dan bukan justru menyelesaikannya.”

Sebagaimana diketahui, awal pekan ini Trump mengancam bakal menahan bantuan dana di masa depan bagi Badan Pkerjaan dan Pemulihan PBB (UNRWA) karena AS menganggap Palestina tidak memiliki kemauan untuk melakukan perbincangan perdamaian dengan Israel.

Pernyataan Trump tersebut dikecam oleh banyak pihak, termasuk oleh Palestina, sebagai bentuk pemerasan dengan  ancaman. Sejumlah pejabat pun memperingatkan Trump bahwa pemotongan bantuan keuangan bagi Palestina bisa berbahaya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan