Jalani Sidang Perdana Kasus Ujaran Kebencian, Jonru Ginting Dijerat 3 Pasal

Posted on

Lahiya – Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting yang menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian menjalani menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (08/01/2018). Hadir dengan didampingi tim kuasa hukum dari Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Jonru mengikuti jalannya persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut.

Melansir reportase CNNIndonesia.com, Senin (08/01/2018), awalnya sidang dijadwalkan digelar pada pukul 09.00 WIB. Namun sidang mulur sehingga baru bisa berlangsung mulai pukul 13.22 WIB. Diketahui, majelis hakim dan terdakwa baru memasuki ruang sidang utama sekitar pukul 13.19 WIB.

Jonru Melanggar Tiga Pasal

“Melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan,” ujar jaksa penuntut umum Akhamd Muklis saat membacakan dakwaan atas Jonru.

Dalam kasusnya, JPU mendakwa Jonru melanggar tiga pasal. Pertama, Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca juga: Tak Hanya Ahok yang Gugat Cerai, 5 Pemimpin Dunia Ini juga Mengalaminya

Dakwaan kedua untuk Jonru adalah Pasal 4 huruf b angka 1 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dan dakwaan ketiga adalah Pasal 156 KUHP.

Ketiga dakwaan tersebut berkenaan dengan unggahan Jonru via  fan page di media sosial Facebook bertajuk Jonru Ginting, kurun waktu Juli hingga Agustus 2017. Jonru dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian lewat unggahan-unggahan selama periode tersebut.

Persiapkan Eksepsi

Selanjutnya, tim kuasa hukum meminta sidang ditunda guna mempersiapkan eksepsi Jonru. Ketua Majelis Hakim Antonius Simbolon pun menyetujui permohoman tim kuasa hukum terdakwa itu.

“Karena terdakwa mengajukan eksepsi, sidang akan kita tunda. Dilanjutkan Senin, 15 Januari 2018,” tukas Hakim Antonius.

Jonru Ginting pun meninggalkan sidang, namun sebelum meninggalkan ruangan dia melihat para pendukungnya dan meneriakkan takbir.

Sebelumnya, polisi menetapkan Jonru resmi sebagai tersangka ujaran kebencian pada 28 September 2016.

Jonru mencoba melawan dengan mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, dalam sidang praperadilan pada 21 November 2017, hakim tunggal Lenny Wati Mulasimadhi menolak praperadilan yang diajukan Jonru.

Baca juga: Insiden Aneh! Seorang Pilot Tewas Dihantam Pintu Pesawat yang Lepas

Seminggu berselang, polisi menyatakan berkas Jonru sudah lengkap untuk kemudian diserahkan ke kejaksaan negeri untuk segera menjalani proses persidangan.

Setelah lewat sebulan, seharusnya sidang perdana kasus ini digelar pada Rabu (04/01/2018). Namun karena alasan ketidaksiapan terdakwa Jonru Ginting, sidang ditunda menjadi Senin siang tadi.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan