Jangan Bentak Ibumu, karena Hal itu Menyakiti Mereka Lebih dari Saat Melahirkanmu!

Posted on

“Bu, masakin air! Saya ingin mandi pakai air hangat,” seseorang anak meminta kepada ibunya untuk menyiapkan air mandinya. Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak. Dengan suara lembut ibunya menjawab, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman.” tutur sang anak.

Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu ini memberi tahu.
“Lama sekali sih, Bu…” kata sang anak sedikit membentak.

Sehabis selesai mandi dan kenakan pakaian rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dahulu ya, ingin jalan-jalan sama teman.”

“Mau kemana nak?” bertanya sang ibu.
“Kan sudah saya katakan, saya ingin keluar jalan-jalan sama teman,” kata anaknya sambil bermuka masam.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya kosong dan sangat lapar, di meja makan tidak ada satu makanan pun. Lebih dari satu waktu itu, ibunya datang sambil mengatakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi?”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya lapar, ingin makan tak ada makanan di meja makan. Semestinya bila ibu ingin keluar rumah harus masak dulu…” kata si anak membentak.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan