Home Dunia Islam Jangan Diulangi! Istilah Sunnah Rasul pada Malam Jumat itu Tidak Tepat |...

Jangan Diulangi! Istilah Sunnah Rasul pada Malam Jumat itu Tidak Tepat | @MenujuNikah

SHARE

Selama ini Ada “candaan” di masyarakat luas yang beredar mengenai definisi “Sunnah Rasul” yang dikonotasikan sebagai hubungan seksual.

Sebagai muslim, tentu kita risih. Penggunaan “Sunnah Rasul” sesempit itukah? Karena itu perlu mimin bahas disini.

Lagipula, sering dikaitkan “Sunnah Rasul” itu dengan “Sunnah Malam Jum’at”. Benarkah ? Jangan sampai kita menodai agama ini.

Bahkan pernah terdengar bahwa hubungan suami istri di malam Jum’at itu pahalanya sama seperti membunuh orang kafir dalam jihad.

Kalau ingin mengaitkan dengan agama, selalu harus dikaitkan dengan penjelasan yang berdasar, baik dari Al-Qur’an / Hadits yang shahih.

Para ulama tidak menemukan adanya hadits shahih yang menegaskan mengenai hal tersebut. Jadi jelas tertolak pernyataan tersebut.

Atau barangkali ada yang menggunakan hadits ini sebagai dasarnya:

“Barang siapa mandi pada hari Jum’at, membersihkan badannya dan bersegera (pergi kemasjid) kemudian berdiam diri dengan penuh konsentrasi, mendengarkan (khutbah), maka setiap langkah yang diayunkan mendapatkan pahala seperti pahala setahun, yaitu pahala puasanya dan shalat malamnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i dan Ahmad).

Pertanyaannya, dimana ada tersirat mengenai hubungan suami istri? Barangkali ada yang mengambil kata “mandi” dikonotasikan dengan mandi junub.

Tapi kalaupun diambil kesimpulan bahwa mandi di hadits itu adalah mandi junub, harusnya dilakukan pada pagi hari menjelang ke masjid.

loading...

Jadi tidak ada hadits shahih yang bisa menjelaskan mengenai istilah “Sunnah Malam Jum’at” dikonotasikan dengan hubungan suami istri.

Tapi apakah terlarang? Tentu tidak.“Hubungan badan antara kalian (dengan istri) adalah sedekah.” (HR Muslim).

Jadi jangan pernah gunakan lagi istilah “Sunnah Malam Jum’at” untuk menggantikan istilah hubungan suami-istri ya.

Masih banyak sunnah-sunnah lain yang lebih valid diucapkan dan dilakukan. Bukan ke hal itu terus.
Oke, semoga hal ini bisa menjadi penjelasan bagi yang masih kurang tepat dalam penggunaan katanya.

Kultwit MenujuNikah 2A6362F2 @MenujuNikah 5/2/2-15
SHARE