Home Gaya Hidup Jangan Selalu Salahkan Stres, Koreksi Juga Pola Makan

Jangan Selalu Salahkan Stres, Koreksi Juga Pola Makan

SHARE
Mengelola Stress dengan pola makan
 
 
Kultweet Erikar Lebang
Kenapa ya, untuk setiap performa tubuh kita yang ada di bawah harapan, yang selalu disalahkan adalah pikiran? Kesannya seperti punya gangguan jiwa. Sepertinya stres itu menjadi momok menakutkan bagi kehidupan manusia. Seandadinya bisa hidup tanpa itu. Padahal kalau saja tahu, stres adalah anugerah. Tanpa stres, nenek moyang kita sudah punah dari zaman baru dibuat Tuhan. Tanpa stres, rekor baru dunia cabang olahraga bakal seret. Tanpa stres, mudah saja ditabrak mobil yang remnya blong mengarah ke Anda, walaupun jarak mobil itu masih sangat jauh dari kita.
Temen saya sampai frustasi setengah mati saat ASI-nya seret. Dia dibilang stres, tidak mensyukuri nikmatnya punya bayi. Menyusui dengan beban. Padahal, saya mengenal dia sebagai salah satu orang yang paling happy go lucky di dunia ini. Teman saya yang lain problemnya ialah ‘dihantui’ sakit lambung menahun. Tebak, apa lagi yang dijadikan kambing hitam dari dia? Yup! Again, stres! Padahal dia bilang sakit lambung tetap muncul saat sedang happy.
Kenapa sih stres menjadi kambing hitam terus? Sederhana, karena ilmu kesehatan konvensional tidak tahu harus bagaimana merawat kesehatan. Saat hormon stres kortisol dikeluarkan, menyita banyak cadangan energi dari tubuh. Level hal yang disebut bioenergi itu pun turun. Tapi, pada saat yang bersamaan, sebenarnya energi tubuh kita melonjak sesaat. Performa tubuh kita meningkat sesaat, hampir dari semua sektor. Namun, setelah itu memang semua fungsi bagian tubuh kita menurun secara drastis sebagai akibat dari pemakaian energi besar secara instan. Itu sebabnya seseorang yang pascaterlepas dari bahaya atau hal menegangkan biasa alami rasa mual di perut, pusing di kepala atau lemas.
Stres seharusnya hanya boleh terjadi dalam hitungan detik dan menit. Lebih dari itu kualitas tubuh jelas akan menurun. Dari sisi itu bisa kita pahami kenapa stres gampang sekali dijadikan kambing hitam kesehatan. Tapi sebenarnya hidup dengan stres itu gampang. Bagaimana cara kita mengkontrol stres? Bahkan, memanipulasinya sesuai dengan kebutuhan? Tentu kuncinya ada di perawatan pola hidup. Siklus hidup kita harus terjaga. Waktu istirahat, pola makan-minum, aktivitas fisik, semua harus memiliki keteraturan, disesuaikan dengan kebutuhan.
Berapa banyak yang mengaitkan menurunnya performa tubuh dengan waktu istirahat semisal? Jarang sekali! Walau tahu, kurang tidur itu merusak. Siapa yang mengira apa yang kita makan, merupakan pangkal biang keladi dari hampir semua penyakit dikenal di dunia ini? Sedikit sekali! Ada yang sadar kalau minum rutin stimulan seperti teh dan kopi itu menurunkan performa tubuh? Bahkan memicu stres menjadi berlipat-lipat? Ada yang tahu mayoritas produk pelangsing itu banyak mengandung kafein yang menguras cairan tubuh? Jangan heran jika ibu menyusui seret ASI. Malas berolahraga itu menurunkan performa kesehatan, tapi kebanyakan berolahraga juga merusak kesehatan. Jadi masih nekat salahkan stres?

 

Ada yang tahu, mengkonsumsi banyak protein hewani dapat mengaktifkan zat pengantar syaraf tubuh bernama norepinefrin? Identik dengan rasa awas. Ya stres! Jangan lupa, teh dan kopi juga membuat tubuh boros mengucurkan kortisol! Walau banyak yang merasa tenang dan nyaman, tapi cuma sesaat, stres lagi. Makanan salah kombinasi, tinggi proses, padat protein hewani, banyak unsur kimia tidak dibutuhkan, lebih merusak lambung dari pada stres. Tubuh dehidrasi saja malfungsinya menyesatkan lho! Mulai fisikis seperti tidak enak badan sampai psikis seperti gelisah. Stres lagi yang disalahkan. Saya sihcenderung mengkoreksi pola makan, pola hidup, aktivitas fisik, baru masuk wilayah stres, jika sedang bicara kesehatan. Tidak dibalik! Sel kanker? Perasaan depresi memang membuat sel kanker mudah tumbuh. Tapi kanker lebih mudah berkembang biak di PH darah yang asam. Apa penyebab terbesar PH kita menjadi asam? Bukan stres! Tapi makanan amburadul, minuman yang non air putih berkualitas. Itu utamanya! Jadi, kalau sakit, sebelum salahkan anugerah Tuhan bernama stres, coba kita koreksi dulu, seminggu ini saja apa yang rutin kita makan dan minum?
SHARE