Jelang Pilkada, Megawati Tantang Oknum yang Menuduhnya PKI

Posted on

Lahiya – Isu-isu seperti komunis kerap muncul di masa-masa pemilihan kepala daerah atau bahkan pemilihan presiden. Wacana tersebut pun biasa ditemui ditempelkan pada sosok politisi atau sebuah partai.

Dilansir dari laman jawapos.com, pada perhelatan Pilpres 2014 lalu, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, adalah dua sosok yang menjadi sasaran kampanye hitam dengan menempelkan identitas komunis pada mereka.

Bertempat di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Minggu (7/1/2018), Megawati sempat geram dengan peristiwa-peristiwa semacam itu di mana isu-isu macam komunis dijadiakan alat kampanye hitam.

“Jangan ngomong sembarangan, itu kan penghinaan. PKI itu kan Partai Komunis Indonesia, sedangkan saya kan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” katanya.

Mega kemudian menantang aktor di balik yang menghembuskan isu komunis tersebut untuk bersaing secara sehat. Istri dari Mantan Ketua MPR Taufik Kiemas ini pun menengarai ada pihak tertentu yang sengaja membuatnya.

Baca Juga: So Sweet! Kisah Asmara Ahok dengan Veronica, dari Injakan Kaki Naik ke Hati

“Siapa sih yang mainin isu ini, kok PKI mulu. Jangan cengeng gitu loh kalau mau bersaing,” pungkas Megawati.

Pernyataan di atas Megawati sampaikan di sela-sela pengumuman enam calon gubernur dan wakil gubernur PDIP perjuangan untuk pilkada 2018, di kantor DPP PDIP, Minggu (7/1/2018).

Dikutip dari tempo.co, selain soal komunis, pernyataan lain yang Megawati lontarkan di luar tentang paslon untuk pilkada 2018 salah satunya adalah soal istilah ‘petugas partai’. Istilah tersebut sengaja disampaikan Megawati lantaran istilah itu sering didebat atau digunjingkan tanpa memahami konteks.

Petugas Partai sendiri adalah istilah di PDIP yang memiliki makna tinggi karena ada aturannya. Megawati mengatakan, istilah petugas partai diberikan kepada semua kader PDIP, baik yang menjabat di badan legislatif ataupun eksekutif. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo.

“Bagi mereka yang baru di eksternal dan menjadi keluarga baru PDIP supaya tahu. Karena ketika saya jadikan Pak Jokowi (presiden), orang kan seperti tidak mau tahu, sepertinya Pak Jokowi itu jadi oleh siapa, mereka lupa,” kata Megawati.

“Saya punya tandatangannya Pak Jokowi, dia adalah petugas partai. Tandatangan itu untuk ketua umum PDIP, tapi kan saya tidak pernah beber-beber,” pungkasnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan