Jualan Pisang Goreng Hingga Tidur di ‘Bilik Asmara,’ Inilah 5 Hal Unik yang Dialami Pengungsi Gunung Agung

Posted on

Status Gunung Agung yang dinyatakan naik dari waspada menjadi awas bulan September lalu membuat para warga di sekitarnya kelimpungan. Beberapa dari mereka memilih mengungsi ke daerah yang jauh dari jangkauan gunung berapi aktif tersebut. Bahkan banyak daerah yang tiba-tiba menjadi “kota mati” karena ditinggalkan penduduknya.

Hingga saat ini, Gunung Agung belum memperlihatkan lagi tanda-tanda akan meletus. Namun, banyak dari para warga lebih memilih tetap untuk berada di posko pengungsian karena takut tiba-tiba terjadi letusan. Setelah hidup hampir satu bulan di posko, banyak hal-hal unik terjadi dan hanya dialami oleh para pengungsi Gunung Agung. Beberapa di antaranya mungkin akan membuatmu geleng-geleng kepala.

1. Mencoba Bilik Asmara yang Disediakan Atas Permintaan

Sebulan tinggal bersama banyak pengungsi lainnya membuat beberapa pasangan muda gerah. Ingin melakukan hubungan intim suami-istri tapi takut untuk kembali ke rumah. Alhasil, sebagian besar dari mereka menyampaikan sebuah aspirasi kepada Camat yang bertanggung jawab di sana.

Bilik Asmara [image source]

I Gusti Agung Alit Adiatmika selaku Camat menjelaskan bahwa sudah seminggu sebuah bilik asmara dibuka untuk pasangan muda yang terdaftar di posko pengungsian. Ia paham bahwa hubungan pribadi antara suami-istri itu penting, sehingga disediakanlah bilik asmara tersebut. Kamar yang berada di rumah dinas Camat itu sekaligus dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan logistik.

2. Makan Masakan A la Chef Terkenal Se-Bali

Sebagai kota tujuan wisata, tidak diragukan lagi bahwa Bali merupakan surga dunia dalam hal kuliner. Banyak koki handal yang dipekerjakan di sana untuk memanjakan para pengunjung Pulau Dewata tersebut. Dengan adanya bencana yang menimpa tempat tinggalnya, para koki seluruh Bali berkumpul dan mengadakan inisiatif untuk membantu para pengungsi yang tinggal di posko pengungsian.

Chef se-Bali [image source]

Ternyata, inisiatifnya adalah memasak bagi para penghuni posko. Banyaknya bahan namun kurangnya tenaga pengelola merupakan hal yang menggerakkan mereka untuk melakukan aksi ini. Keuntungan bagi para pengungsi juga yang tidak setiap hari bisa mencicipi masakan mahal a la chef ternama se-Bali ini.

3. Dihibur Musisi Ternama, Indra Lesmana dan Dewa Budjana

Para musisi tanah air yang berdomisili di Bali juga ikut andil dalam upaya penyelamatan warga di sekitar Gunung Agung. Salah satunya adalah musisi lawas sekaligus mantan suami Sophia Latjuba, Indra Lesmana. Ia menggandeng musisi Dewa Budjana untuk mengadakan edukasi musik serta konser dalam rangka menghibur anak-anak di pengungsian agar tidak stres.

Indra Lesmana [image source]

Hal tersebut dimanfaatkan juga oleh Indra Lesmana untuk menggalang dana lewat sosial media instagram. Ia yang sudah mengunjungi para pengungsi di posko pengungsian yaitu GOR Swecapura, Klungkung, otomatis tahu perlengkapan apa saja yang dibutuhkan para pengungsi. Ia lalu meminta bantuan dari para pengikut instagramnya untuk menyumbangkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan para pengungsi Gunung Agung.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan