Gambar Via: pixabay.com

Pengertian serta Contoh Kalimat Aktif dan Pasif

Posted on

Kalimat Aktif dan Pasif – Apa yang disebut juga dengan kalimat aktif dan kalimat pasif? Untuk menjelaskan keduanya, berikut ini kami jabarkan secara detil tentang pengertian serta contoh, baik untuk kalimat aktif ataupun kalimat pasif.

Kalimat Aktif

Gambar Via: surabaya.tribunnews.com

Kalimat aktif yaitu satu kalimat di mana subjek (S) bertindak sebagai pelaku yang secara aktif melakukan sebuah tindakan yang dikemukakan dalam predikat (P) pada objek (O)

Contoh:

  1. Ani menyirami bunga.
  2. Bapak membelikanku satu buah sepeda.
  3. John merusak bukunya Andi.

Ciri-ciri Kalimat Aktif:

  1. Pada kalimat aktif subjek melakukan sebuah tindakan yang langsung mengenai objeknya.
  2. Predikat kalimat aktif senantiasa diawali terlebih dulu dengan imbuhan Me- atau Ber-
  3. Ada kalimat aktif yang membutuhkan objek
  4. Ada kalimat aktif yang tidak membutuhkan objek. Setelah mendapatkan predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan.
  5. Kalimat Aktif mempunyai pola S-P-O-K atau S-P-K

Beragam Macam Jenis Kalimat Aktif:

Kalimat Aktif Transitive

Kalimat aktif intransitive yaitu kalimat aktif yang membutuhkan satu buah objek yang mendapatkan tindakan dari subjeknya.

Contoh:

Ayahku memberi Andi uang saku sebesar Rp. 10.000,-

  • Ayahku= Subjek
  • Memberiku= Predikat
  • Objek= Andi

Pada kalimat di atas, “Ayah” yang merupakan subjek melakukan tindakan pada “Andi” yang merupakan objek.

Kalimat Aktif Ekatransitive

Kalimat ini membutuhkan objek tetapi tidak mempunyai pelengkap. Dengan kata lain, Kalimat ini cuma mempunyai 3 unsur yakni Subjek, Predikat serta Objek.

Contoh:

  • Andi membaca satu buah majalah
  • Bapak memperbaiki motor
  • Ibu menanak nasi.
Kalimat Aktif Intransitive

Kalimat ini objeknya tidak ditampilkan jadi penerima perbuatan subjek. Tetapi umumnya kalimat ini diikuti oleh pelengkap serta keterangan. Kalimat ini umumnya mempunyai Pola S-P atau S-P-K

Contohnya:

  • Iwan sedang menulis di dalam kamar.
  • Nenek sedang menjahit dengan sangat hati-hati.
  • Ani belajar dengan giat.
Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat ini mempunyai satu predikat serta mengharuskan adanya objek serta pelengkap. kalimat aktif dwitransitif memiliki empat unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), serta Pelengkap (Pel). Bila satu diantara keempat unsur ini tidak terpenuhi, maka kalimat akan jadi rancu atau kehilangan arti.

Contoh:

  • Bapak mengirim uang pada nenek tiap bulan.
  • Budi selalu mengunjungi ibunya yang ada di luar negeri.
  • Kakakku menguras bak air satu minggu sekali.

Mengubah Kalimat Aktif jadi Kalimat Pasif

Gambar Via: hai.grid.id

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan