Kami Punya Bukti 13 Rekaman

Posted on

Lahiya – Sahabat dekat La Nyalla Mattalitti yang juga sekaligus Ketu Tim Pemenangan, Tubagus Daniel Hidayat mengisahkan kronologi permintaan dari kader Partai Gerindra yang memintai dirinya sejumlah uang.

Seperti diwartakan jawapos.com, kader Gerindra berinisial F tersebut memintanya uang sebesar Rp 150-170 miliar, agar La Nyalla yang merupakan mantan Ketua Umum PSSI tersebut mendapat rekomendasi sebagai calon Gubernur Jawa Timur.

Tubagus menyebutkan jika dirinya memiliki bukti rekaman percakapan telpon.

“Saat itu oknum tersebut telepon pakai Whatsapp, saya tidak bisa merekam pakai telepon. Tapi kebetulan ada teman yang berinisiatif merekam (menggunakan telepon berbeda,red). Nah bahasanya, ‘kalau mau rekomendasi bawa saja uang kes Rp 150-170 miliar, saya akan antar ke Prabowo, beres’,” ujar Tubagus saat mendampingi La Nyalla, pada konferensi pers yang digelar di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Baca Juga: Tuduh Prabowo Soal Rp 40 Miliar, La Nyalla: Saya Berani Sumpah Pocong

Tubagus yang telah menganggap La Nyalla sebagai kakaknya itu lantas menerbitkan cek dengan nilai Rp 70 miliar. Akan tetapi cek tersebut baru bisa dicairkan 27 April 2018, saat menjelang pembayaran para saksi yang akan ditugaskan di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kami buat cek senilai Rp 70 miliar, tapi baru on 27 April 2018, karena mendekati pembayaran saksi. Jadi dana sudah ada, cuma kami kosongkan dulu,” ujarnya.

Akan tetapi, Tubagus menyebutkan jika F menginginkan uang tersebut segera diserahkan dalam bentuk tunai.

Pengusaha yang memilih pensiun dini dari TNI tersebut mengaku sayang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, akan tetapi F telah memberikan ancaman agar masalah ini tidak diungkit ke publik. F menyatakan jika di belakangnya ada ketua asosiasi advokat.

“Tapi ini kami punya bukti 13 rekaman,” katanya.

Tubagus juga menjelaskan jika sebelumnya pihaknya telah mengirim uang sebasar Rp 6 miliar dan dananya konon telah masuk ke Hambalang.

Baca Juga: La Nyalla: Saya Ini Orang Bego Kalau Masih Mau Mendukung Prabowo

“Mas La Nyalla dimintakan uang total Rp 6 milar, itu sudah masuk ke Hambalang. Saya ada bukti SMS dan WA. Oknum itu juga minta dana untuk survei, itu sekali survei Rp 300 juta,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah jika Prabowo meminta uang hingga puluhan miliar kepada La Nyalla.

“Saya kira kalau dari Pak Prabowo tidak ada. Saya tidak pernah mendengar dan menemukan bukti semacam itu,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Meski demikian dirinya menilai jika calon kepala daerah ditanya mengenai kesiapan untuk menyediakan dana, itu sangat mungkin. Ia mengatakan jika uang tersebut bukan untuk Prabowo atau Gerindra, melainkan sebagai biaya logistik dalam sebuah pertarungan di pemilu yang memang jumlah tidak sedikit.

“Saya kira bukan untuk Pak Prabowo apalagi Gerindra. Saya kira itu lebih kepada persiapan yang bersangkutan. Misalnya calon yang bersangkutan tidak mempunyai logistik yang cukup menghadapi pilkada yang sangat besar kebutuhan-kebutuhannya,” katanya.

Fadli menilai jika uang tersebut untuk keperluan biaya saksi di TPS maka hal itu sangat wajar. “Tapi, kalau disebut untuk saksi saya kira wajar,” katanya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan