Keluarga F Benarkan Kirim Surat ke Ahok untuk Minta Bantuan, Tapi Pihak Sekolah Malah Bilang Begini

Posted on

Lahiya – Pengakuan staf pribadi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Natanael Ompusunggu, soal bantuan terhadap siswi di Jawa Timur yang ijazahnya di tahan pihak sekolah tengah ramai di bicarakan.

Mengenai kabar ini, keluarga F, alumi SMAN 3 Lamongan, membenarkan soal surat yang dikirimkan. Surat tersebut dikirimkan oleh F berupa curhatan karena ijazahnya ditahan pihak sekolah.

Kakak kandung F, Rochima, menuturkan bahwa adiknya merupakan fans Ahok. Bahkan, saat Ahok pertama kali masuk penjara, F memenangkan sebuah lomba puisi.

Di halaman terakhir puisi inilah, F curhat mengenai kondisi keluarganya. Ia juga menuliskan tentang ijazahnya yang masih ditahan pihak sekolah karena memiliki tunggakan.

Baca juga: Staf Sebut Ahok Bantu Siswi yang Ijazahnya Ditahan, Kadisdik Jatim Pastikan Hoax

“Kebetulan setelah 3 bulan surat adik saya yang berupa puisi tersebut dibalas sama Ahok,” tutur Rochina, Selasa (2/12/2017), dilansir detik.com.

Menurutnya, F masih memiliki tunggakan sebesar Rp 2 juta berupa uang gedung yang belum dilunasi. Karena tunggakan inilah F tak bisa melakukan cap tiga jari dan mengambil ijazahnya.

“Yang katanya ijazah gratis, itu hanya omong kosong pihak sekolahan. Adik saya tidak bisa membubuhkan tiga jari lantaran masih memiliki tanggungan di sekolahan,” lanjutnya.

Rochima mengaku, dirinya sempat mengkomunikasikan masalah tersebut dengan wali kelasnya. Namun, ia tetap diminta untuk melunasi terlebih dulu tunggakannya.

Pihak keluarga juga sempat meminjam uang ke koperasi untuk mengambil ijazah tersebut. Namun, setelah mengirim surat pada Ahok, F diminta untuk mengirimkan nomor rekening agar tunggakan bisa segera dilunasi.

Setelah mendapat balasan dari Ahok, F dan Rochima akhirnya menghadap ke Kepala SMAN 3 Lamongan, Wiyono. Saat itu, Kepala Sekolah langsung memberikan ijazahnya seraya berkata ‘sudah gak pakai begituan bu, saya sudah percaya‘ dalam bahasa Jawa.

Sementara itu, Wiyono menegaskan bahwa pihak sekolah tak pernah menahan ijazah siswanya. “Tunggakan memang ada, tapi yang terpenting adalah kehadiran di sekolah untuk melakukan cap tiga jari,” katanya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan