Keren! Pengusaha ini Bangun Seribu Toilet dari Limbah Kertas!

Posted on

Erabaru.net. P-Block Bricks, nama produk yang dibuat Desai, terbuat dari bahan pengikat organik dan lumpur kertas yang dibuang oleh pabrik kertas.

“P-blok sangat hemat biaya, tahan hama, tahan api, cocok untuk daerah rawan gempa, dan ramah lingkungan. Mereka juga bisa dijadikan pengganti dari ruangan yang terbuat dari kayu, semen, dan beton. Rumah dan toilet ini telah mendapatkan semua izin yang diperlukan, seperti dari badan lingkungan atau GPCB,” kata Desai kepada The Better India.

Mungkin bagi Anda cukup membingungkan, ketika mengetahui bahwa Desai mengemukakan gagasan tentang pembuatan P Block pada usia 11 tahun, dimana ia sedang asyik meniup permen karet permen karet.

Secara kebetulan permen karet tersebutlah yang memunculkan gagasan pembuatan P Block di kepalanya.

Selama sekolah di kelas 6, dia menemukan permen karet yang menempel di celananya, dan untuk menghapusnya dia melakukan apa yang telah kita semua lakukan, yakni dia mengambil selembar kertas untuk membersihkan permen karet.

(Sumber: Thebetterindia)

Dia meletakkan kertas itu di sakunya untuk dibuang kemudian. Ketika dia kembali ke rumah, dia mengosongkan sakunya dan menemukan bahwa permen karet itu telah mengeras dengan selembar kertas.

Melihat permen karet yang tertempel erat di kertas, ia memiliki ide untuk merancang P Block dengan menggunakan permen karet dan kertas bekas, yang mana ini menjadi bahan baku pembuatan toilet pertama di dunia.

Kini seorang inovator dan pengusaha sosial itu mendirikan perusahaan bernama BDream, untuk memproduksi P-Blocks ini dan bekerja sama dengan CSR perusahaan lain, untuk membangun toilet di rumah tangga pedesaan.

Untuk mendukung India menjadi tempat yang lebih bersih, Desai telah membangun 1.000 toilet di Gujarat, Pali di Maharashtra, dan Hyderabad.

Biaya membangun toilet itu adalah bagian dari inisiatif CSR, biayanya disubsidi.

Hampir 400 ton limbah kertas telah didaur ulang oleh BDream untuk menciptakan ‘Shauchalyas’ di daerah pedesaan.
(Sumber: Thebetterindia)

“Sebelumnya, banyak orang menyatakan keraguannya tentang daya tahan toilet tersebut. Berfokus pada fakta bahwa mereka terbuat dari limbah kertas, orang mengatakan bahwa mereka akan hancur jika terjadi gangguan besar. Tapi matriks penelitian dan perbandingan dengan bangunan yang pembuatannya dari batu bata tradisional menunjukkan bagaimana batu bata berbasis kertas ini lebih murah, lebih baik dalam menyerap air, berukuran lebih besar dan konsumsi energi yang lebih rendah karena produksinya yang dilakukan manual,” kata Desai.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan