SHARE

Video seorang siswi SMP dijambak dan dibully oleh sekelompok remaja viral di media sosial. Dalam video itu terlihat siswi tersebut dijambak berkali-kali hingga tersungkur ke lantai.

Korban ‘dikeroyok’ oleh para pelaku yang masih menggunakan seragam SMP. Awal video terlihat korban berdiri di pojok dan dikelilingi para pelaku. Seorang siswi perempuan berseragam putih-biru terlihat mendekat dan menjambak korban hingga jatuh. Kemudian siswa laki-laki lainnya ikut menjambak korban hingga kembali tersungkur.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Setelah itu korban diminta untuk bersujud dan mencium kaki dan tangan pelaku. Kejadian itu disaksikan oleh teman-teman pelaku yang menonton aksi kekerasan itu sambil memotret dan merekam peristiwa tersebut. Pengeroyokan ini disebut terjadi di sebuah mal di Tanah Abang, Jakarta.

Video yang diunggah oleh Instagram @lambe_turah ini mendapat kecaman dari netizen. Mereka menyayangkan tindakan siswa SMP itu dan meminta agar aksi pengeroyokan ini diusut.

Akun @victory.tony berkomentar “Harus berikan hukuman yg tegas,, dan panggil orang tua si pelaku.. biar ada efek jera,”
Akun @nindyaarma juga merasa miris dengan aksi ini “Gila gila gila anak2 jaman sekarang baru sd sm smp aja kayak gt gak tau apa kalo cari kerja sm ngadepin skripsi susah sedih bgt liatnyaaa kasian bgt moral sm akhlak nya jelek bgt,” katanya.

Kasus ini sudah sampai ke telinga Kemendikbud. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Daryanto mengatakan pihaknya telah turun untuk mengusut kasus penjambakan di salah satu sekolah menengah pertama di Tanah Abang, Jakarta.

“Saya minta diselidiki. Soal sanksi ini harus dicek dulu. Kalau pengawasan kurang harus diperingatkan,” kata Daryanto saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pendalaman kasus harus dilakukan secara seksama sehingga persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik. Menurut Daryanto, pihak sekolah memang harus serius melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Jika nanti ditemukan pelanggaran dan kelalaian dalam kasus di salah satu SMP di Tanah Abang itu maka sanksi telah menunggu.

Daryanto menyarankan agar video itu dan yang serupa tidak boleh disaksikan oleh anak-anak. Dia beranggapan anak yang melihat video itu bisa meniru adegan tersebut. Orang dewasa, termasuk orang tua, sebaiknya menjauhkan anak kecil di sekitarnya dari paparan video kekerasan.

“Faktornya banyak seperti ada pengaruh media sosial. Video yang diunggah bisa ditiru. Anak kalau emosi itu bisa meniru video-video yang ada,” kata dia.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...