Keterlaluan! Video Pria Remas Dada Wanita di Depok Viral, Pelakunya Kok Tidak Ditahan?

Posted on

Lahiya – Penghuni jagad maya baru-baru ini dihebohkan dengan rekaman aksi seorang pria, Ilham Sanin (28), pelaku peremas dada wanita berinisial AM di Jalan Kemiri Muka, Beji, Depok pada Jumat (12/1) siang yang tertangkap kamera pengawas CCTV.

Video pelecehan tersebut pun langsung menjadi viral di media sosial. Korban mengizinkan rekaman kamera CCTV tersebut untuk disebarkan dengan tujuan pelaku segera ditangkap. Mengetahui videonya tersebar, Ilham yang dilanda ketakutan pun langsung membakar jaket yang ia kenakan pada saat beraksi.

Dilansir dari laman Jpnn.com, tim gabungan Polres Kota Depok dan Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pelaku pada Senin, (15/1) malam. Disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Ilham tidak melakukan perlawanan berarti saat ditangkap.

Menurut pengakuan pelaku, aksi pelecehan tersebut ia lakukan secara spontan dan tanpa rencana apapun. Awalnya ia hendak mencari kios pulsa untuk membeli pulsa. Saat ketika mengendarai motor, lalu dari arah belakang ia melihat korban dan muncul niatan iseng. Ditambah kondisi jalan yang sepi.

Baca Juga: Terkuak! Video Dirinya Peluk Manja Hotman Paris Hebohkan Warganet, Inul pun Buka Suara

Namun sayangnya hukum tidak berpihak pada wanita korban pelecehan tersebut. Bagaimana tidak, pelaku hanya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis, oleh Polres Metro Depok. Tidak ditahannya pelaku di balik jeruji besi hanya karena suatu alasan.

Mengenai hukuman yang diterima pelaku, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengungkapkan pihaknya tidak dapat menahan Ilham lantaran ancaman pidanannya di bawah empat tahun.

“Pasal 281 KUHP itu cuma dua tahun delapan bulan di awah empat tahun,” demikian penjelasan dari Kompol Putu Kholis Aryana pada Rabu (17/1), ketika dimintai konfirmasi terkait hukuman pelaku tindak pencabulan tersebut, seperti yang dikutip dari laman Jpnn.com, Rabu (17/1/2018).

Baca Juga: Astaghfirullah! Berboncengan dengan Sang Kekasih, Seorang Remaja Nekat Lakukan Dosa

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kombes Argo Yuwono menyatakan bahwa aturan dapat atau tidaknya seorang terangka ditahan mengacu pada Pasal 21 Ayat 1 KUHP. “Seorang tersangka atau terdakwa bisa ditahan karena adanya tiga hal, yakni dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” tuturnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan