Ketika Raja Arab Saudi Terkejut Mendengar Cerita Jokowi

Posted on

Lahiya – Mendengar kisah betapa beragamnya bumi nusantara Indonesia dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Raja Salman meminta dapat dipertemukan dengan tokoh-tokoh agama di Indonesia. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, juga kaget melihat keberagaman di Indonesia.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengingatkan rakyat Indonesia bahwa keberagaman merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, dan ini harus dijaga serta diperkuat bersama. Presiden Jokowi pun mengaku selalu bercerita di mana-mana tentang keberagaman dimana Indonesia mempunyai 714 suku, beragam agama, dan 1.100 bahasa lokal yang berbeda-beda.

“Saya selalu bercerita di mana-mana, seperti saat bertemu dengan Baginda Raja Salman (Raja Arab Saudi) bahwa Indonesia memiliki 714 suku, memiliki lebih 1.100 bahasa daerah dan beliau sangat kaget sekali karena tidak menyangka begitu banyaknya (keberagaman),” tuturnya, seperti dikutip dari reportase Republika.co.id, Selasa (16/01/2018).

Jokowi melanjutkan, Raja Salman yang mendapat kabar tentang hal itu lantas meminta agar dipertemukan dengan tokoh-tokoh agama di Indonesia. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, juga sangat terkejut terhadap keberagaman di Indonesia.

Baca juga: Fahri Hamzah dan Mahfud MD Adu Argumen di Twitter Soal Korupsi E-KTP

“Ia pun berpesan pada saya dengan berkata, ‘Jokowi hati-hati dengan agama yang berbeda-beda, sangat sulit untuk menjaganya’,” ujar Jokowi.

“Akan tetapi, saya sampaikan bahwa sudah 72 tahun Indonesia dalam persatuan dan kesatuan hingga terjaga sampai sekarang ini,” lanjutnya.

Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Watoniyah

Presiden Jokowi mengisahkan ceritanya tersebut saat memberikan sambutan membuka acara Muktamar XII Jamiyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabaroh An Nadliyah (Jatman) dan Halaqoh Ulama Thoriqoh II di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/01/2018).

Jokowi berpesan pada para kiai dan seluruh jamaiyah thoriqoh agar senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah dan watoniyah.

“Persatuan dan kesatuan kita harus tetap dijaga dengan kuncinya Pancasila, sebagai ideologi negara, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 harus dijadikan pedoman bernegara di Indonesia,” tukasnya.

Baca juga: KPK Panggil Penyanyi Iis Sugianto, Terkait Kasus Korupsi Apa?

Setelah membuka Muktamar Jatman XII dan Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga Program Keluarga Harapan (PKH), Presiden Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Tegal.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan