Kini Airlangga Rangkap Jabatan, Fadli Zon: Jokowi Telan Ludahnya Sendiri

Posted on

Lahiya – Wakil Ketua DPR Fadli Zon melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sampai saat ini belum juga memutuskan bagaimana nasib Airlangga Hartarto di Kabinet Kerja. Pasalnya, Airlangga Hartarto yang masih berstatus menjadi Menteri Perindustrian (Menperin) itu kini juga merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Golkar.

Dilansir dari reportase JawaPos.com, Sabtu (23/12/2017), Fadli Zon menuturkan, harusnya Presiden Jokowi bisa ambil sikap mengenai nasi‎b Airlangga Hartarto di kabinet. Pasalnya, dahulu Jokowi sendiri yang tidak menginginkan pembantunya melakukan rangkap jabatan.

“Waktu itu kan tidak boleh rangkap jabatan. Presiden sendiri yang mengatakan dilarang rangkap jabatan agar fokus kerja di kabinet,” tutur Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Kendati begitu, Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini ‎menilai, ketegasan Jokowi sebagai kepala negara seakan menghilang saat berhadapan dengan Airlangga yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga: Menyentuh! Inilah Kisah Ami, Atlet Balap Kursi Roda yang Hanya Punya Satu Kaki

“Jokowi terlihat tidak peduli dan seakan membiarkan Airlangga tetap menjadi pembantunya. Padahal sudah menjabat sebagai ketua umum partai beringin,” tandasnya.

Fadli menyebutkan, Jokowi seharusnya komitmen dengan perkataannya.

“(Rangkap Jabatan Airlangga) Itu terserah presiden, dia sendiri yang menetapkan waktu itu bahwa tidak boleh rangkap jabatan, ya kan? Kan bukan masyarakat (yang menetapkan),” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Seperti dikutip dari reportase Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang diselenggarakan dari 18 sampai 20 Desember telah memutuskan bahwa Airlangga Hartarto kini menjadi ketua umum partai yang berlambang beringin tersebut. Sedianya, Airlangga menjabat ketua umum pada periode 2017 sampai 2019.

Hindari Moral Hazard

Fadli melanjutkan, Jokowi dari dulu ingin menterinya bekerja dengan fokus penuh. Ucapan yang pernah dilontarkan Jokowi terkait rangkap jabatan menteri sehingga tidak boleh diingkari.

“Presiden sendiri yang mengatakan agar fokus dan menurut saya itu bagus. Artinya, kalau rangkap jabatan, nanti ada moral hazard, konflik kepentingan lagi. Kedatangannya sebagai menteri atau ketua umum partai politik atau sebagai politisi dari partai tertentu?” ungkap Fadli.

Soal rangkap jabatan, Fadli menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Namun, andai Jokowi tak komit dengan perkataannya, Fadli kemudian menuturkan hal ini.

“Ya artinya (Jokowi) menelan ludah sendiri,” tukasnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat berbicara soal rangkap jabatan Airlangga. Jokowi akan mengambil sikap seusai Munaslub Golkar.

Baca juga: Peta Politik Akan Berubah Jika Aa Gym Maju di Pilkada Jabar 2018

“Ini nanti nunggu Munaslub. Baru saya akan bisa jawab,” demikian ucap Jokowi di JCC Senayan, Jakarta, pada Senin (18/12/2017) lalu.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan