Kisah Nabi Ayyub AS

Posted on

Kisah Nabi Ayyub AS Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Kisah Nabi Ayyub AS, dan tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita masuk ke pembahasannya, ya.

Nabi Ayub yaitu cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim as. Semua umat manusia mengetahui beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang mempunyai tingkat kesabaran yang tertinggi dalam menghadapi cobaan dari Allah swt.

Kekuranagan harta benda, menanggung derita berupa sakit yang berkelanjutan, serta bahkan juga kehilangan nyawa anak-anak beliau, semua itu tidak bisa meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub as. Justru demikian sebaliknya, semua itu makin menambahkan cinta serta ketaatannya pada Allah swt. Beliau selalu melaksanakan ibadah pada Allah swt, dalam kondisi suka ataupun duka, sehat ataupun sakit, serta kaya ataupun miskin.

Di negeri tempatnya berpijak beliau serta keluarganya di kenal sebagai orang yang kaya-raya lagi dermawan. Harta yang melimpah ruah, tempat tinggal serta gedung-gedung indah yang dipunyainya, perhiasan emas serta perak, dan tanaman serta hasil bumi yang dihasilkannya, tidak menjadikan beliau sombong serta angkuh. Malah beliau serta keluarga (istri serta anak-anaknya) senantiasa membantu beberapa orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, serta janda-janda tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh sebab itu, tidak ada satu orang juga dari masyarakat setempat yang memohon pertolongan pada keluarga Nabi Ayub, pulang dengan tangan kosong. Tidak heran, jika semua orang memberikan pujian padanya atas kebaikkan serta kedermawanan beliau. Sanjungan itu tidak cuma datang dari kelompok manusia, bahkan juga beberapa malaikat juga ikut memberikan pujian pada amal saleh yang dilakukan oleh Nabi Ayub as.

Pada suatu hari, beberapa malaikat bumi sedang bicara tentang makhluk di bumi serta beribadah yang mereka lakukan. Satu diantara mereka berkata, “sekarang ini di muka bumi tidak ada orang yang lebih baik dari pada Ayyub. Dia yaitu orang yang paling agung keimanannya, paling banyak melaksanakan ibadah pada Allah, paling mensyukuri nikmat-Nya, serta paling banyak berdoa kepada-Nya.

Iblis mendengar apa yang dapat dikatakan malaikat, hingga coba memakainya. Dia lantas mendatangi Ayyub a. s. serta berupaya menggodanya. Tetapi Ayyub a. s. yaitu seseorang yang hatinya suci serta tulus mencintai Allah SWT, hingga iblis kehabisan akal untuk menggodanya.

Setelah jemu menggoda Ayyub a. s., iblis berkata pada Allah kalau Ayyub patuh kepada-Nya lantaran kekayaan serta kemegahan yang sudah Allah berikanlah padanya. Allah juga merelakan harta Ayyub diperbuat apa saja yang disenangi oleh iblis, iblis dengan selekasnya mendatangi tanah punya Ayyub, kekayaannya, tanaman-tanamannya, serta nikmat-nikmat yang dimiliknya, lantas menghancurkannya. Ayyub a. s. yang semula kaya raya berubah jadi miskin dalam sekejap mata. Tetapi, Ayyub a. s. merelakan seluruh hartanya lantaran semuanya hanya pinjaman dari pada Allah SWT.

Iblis yang terperanjat melihat reaksi Ayyub a. s. kembali menghadap Allah serta menyampaikan kalau Ayyub masihlah patuh serta takwa pada Allah tidak lain lantaran ia masihlah memiliki anak-anak, ia mau anak-anaknya untuk mengembalikan kekayaan yang dipunyainya.

Lantas Allah merelakan putra-putra Ayyub untuk iblis. Allah mengguncang tempat tinggal rumah Ayyub hingga putra-putra Ayyub juga wafat semua. Tetapi Ayyub a. s. tetap tegar serta tabah dalam menghadapi cobaan.

Iblis kembali tercengang serta kembali menghadap Allah SWT sambil berkata kalau Ayyub masihlah sabar serta tabah lantaran badannya masihlah sehat. Allah SWT. juga merelakan tubuh Ayyub pada iblis.

iblis juga memukul tubuh Ayyub a. s. dari mulai ujung kepala sampai kakinya yang paling bawah hingga Ayyub a. s. menderita penyakit kulit. Penyakit kulit yang dideritanya amat kronis sampai menyebar hingga kedalam dagingnya, serta semua badannya bernanah. Keluarga serta beberapa rekannya juga menjauhinya. Cuma istrinya yang setia menemaninya.

Walau keadaannya seperti itu, Ayyub a. s. masihlah saja bersukur pada Allah SWT. Beliau bersukur pada Allah atas hari-hari sehat yang pernah dirasakannya. Serta memberikan pujian pada Allah lantaran sudah memberikan cobaan yang berbentuk penyakit. Dalam kondisi sehat ataupun sakit, beliau tetap bersukur pada Allah SWT.

Iblis juga makin kesal. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakannya terhadap Ayyub a. s. Dikumpulkannya seluruh rekan setannya. Di depan mereka ia bercerita kisahnya dengan Ayyub a. s. Dia memohon pendapat mereka sesudah mengakui kegagalannya menggoda Ayyub a. s. atau bikin Ayyub a. s. berhenti bersabar serta bersukur.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan