Kisah Nyata, Pemuda ini Ucapkan Kalimat Mengejutkan Saat Sakaratul Maut, Ibunya Sampai Menangis

Posted on

Syaikh Muhammad Hassan hafidzahullah dalam sebuah khotbahnya pernah mengkisahkan tentang sebuah cerita ajaib yang dialami seorang pemuda di detik terakhir jelang sakaratul maut yang menjemputnya.

Kisah ini bisa menjadi teladan bagi pemuda jaman sekarang untuk selalu mencintai dan berbakti kepada orangtuanya, terutama kepada Ibu.

Mulanya, sebuah rumah tengah di selimuti kesedihan karena seorang pemuda yang terkenal sholeh dan berbakti kepada ibunya tengah terbaring di atas kasur.

Ia tengah meregang nyawa menjelang kematiannya.

Pemuda tersebut masih pada usia emasnya, belum genap 30 tahun menjalani hidup di dunia.\

https://i2.wp.com/1.bp.blogspot.com/-X1OKR0-XRQQ/VkJJpalsakI/AAAAAAAADcU/vNz5WIpu8Zo/s640/ribuan+orang.jpg?resize=701%2C491

Dalam suasana haru dan tegang tersebut, tiba-tiba saja pemuda tersebut mengucapkan kata-kata yang sungguh menakjubkan, sungguh sangat menakjubkan.

Keluarga dan tetangga yang mengelilinginya bingung, ada apa dengan pemuda tersebut?

“Tidak.

Aku tidak bisa.

Aku tidak bisa.

Aku harus izin dulu kepada ibuku,” demikian ucapan pemuda tersebut berulang-ulang.

Di tengah kebingungan antara keluarga dan orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut, salah seorang diantaranya bergegas memanggil Ibu pemuda tersebut.

Ibunya saat itu sedang berada di  kamar berbeda karena tak kuasa melihat putra kesayangannya menghadapi sakaratul maut yang amat pedih.

Anak emas yang sangat patuh dan mencintainya tersebut justru terkulai lemah menjelang ajalnya yang semakin dekat.

“Lihatlah anakmu, ia terus-menerus mengucapkan kalimat-kalimat yang aneh !!“, teriak salah satu orang sambil mengajak sang Ibu untuk menuju kamar anaknya.

Tak berpikir lama, sang ibu langsung menghampiri kamar anaknya.

https://faisalpay.files.wordpress.com/2011/11/free-palestine.jpg?resize=703%2C513

Di dalam kamar, tampak sang pemuda mulai mengeluarkan buliran keringat yang berkilau terkena cahaya lampu bak mutiara.

Buliran keringat di dahi tersebut, menurut Syaikh Muhammad Hassan, adalah sebagian dari tanda-tanda Husnul Khotimahnya seseorang.

Sang Ibu mendekati putra kesayangannya tersebut dan mulai mendengarkan kata-kata yang terus di ulang-ulang oleh buah hatinya tersebut.

“Tidak.

Aku tidak bisa.

Aku tidak bisa.

Aku harus izin dulu kepada ibuku,” sang pemuda terus mengulang-ulang kalimat tersebut.

Sang Ibu pun mulai memeluk dan membelai anak emasnya tersebut seraya berkata,

“Wahai anaku, ini aku, ibumu.

Wahai anaku, aku ibumu, Nak.

Aku ibumu, anakku.

Dengan siapa kau bicara ?” ujar sang ibu.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan