SHARE
Ditipu Dengan Uang Mainan, Kisah Kakek Penjual Donat Ini Membuat Ribuan Netizen Sedih
Loading...

Kejujuran merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Karena di dunia ini ada banyak orang yang tidak jujur, bahkan melakukan penipuan. Seperti yang dialami oleh seorang kakek penjual donat di Kabupaten Rohul Provinsi Riau. Ia begitu sedih setelah mengetahui bahwa seorang pembeli telah berbuat curang dan menipu dirinya.

Uang seratus ribu yang ia dapatkan dari pembeli donatnya ternyata bukanlah uang asli, melainkan uang mainan. Sontak tangannya yang memegang uang tersebut langsung bergetar karena kesedihan yang mendalam. Terlebih usianya yang sudah lanjut membuat dirinya tidak mengetahui mana uang asli atau palsu.

Uang tersebut baru terungkap setelah ditanyakan kepada orang lain dan rupanya memang uang mainan. Meski sedih, namun sang kakek berusaha untuk ikhlas. Kisah pilu kakek penjual donat tersebut diunggah oleh akun Facebook Hasanah Anna pada tanggal 5 Februari 2017.

“Sore yang mengharukan.. Kakek tua yang mencari nafkah seharian hingga sore menjelang maghrib.. masih ada saja manusia yang tega menipunya. Kejadian sore ini di Ujungbatu Rokan Hulu,” tulis Hasanah Anna.

Diungkapkan oleh Anna bahwa saat itu ia hendak membeli donat dan sang kakek bertanya kepadanya tentang uang seratus ribu yang didapatkannya.

“Nak, ini duit beneran apa nggak ya? Terus kakak bilang, gak kek ini duit mainan. Langsung bergetar tangan kakek itu dengan wajah yang sedih dia bilang, ada orang tadi beli dengan duit ini 10 ribu. Terus kami langsung tanya kakek kembalikan duitnya berapa? Dengan suara pelan dan parau dia jawab ya 90 ribu lah nak,” lanjut Anna.

Sontak unggahannya menuai respon beragam dari netizen mulai dari yang geram terhadap pembeli hingga kasihan terhadap sang kakek.

Salah satunya seperti akun Kamsiadi yang berkomentar, “Semoga kakek mendapat rezeki yang lebih amin dan pelaku mendapat balasan.”

Sementara akun Dermita Ilham menulis, “Astagfirullah. Semoga yang menipu mendapatkan balasannya dan si kakek mendapatkan rezeki yang lebih amin.. Itu kakek langganan tempat ku beli donat. Kasihan si kakek dah tua ditipu.”