Komisi VIII DPR Sebut PDIP Perlakukan Ulama Seperti di Era Orba

Posted on

Lahiya – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyebut bahwa saat ini ulama diperlakukan mirip seperti kondisi era Orde Baru (Orba).

Hal ini berkaitan dengan pembatasan ceramah terhadap Ustad Abdul Somad. Oleh karena itu, politikus Partai Gerindra ini beranggapan bahwa kondisi saat ini tak ubahnya seperti Orba.

Menurutnya, kala itu ada Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) yang menjaga setiap ceramah keagamaan dari para ulama.

“Zaman ada Pangkopkamtib yang membatasi ceramah dan khotbah,” tutur Sodik melalui pesan singkat kepada jawapos.com, Minggu (31/12/2017) kemarin.

Baca juga: Polisi Amankan Geng Brutal di Semarang, Barang Bukti yang Ditemukan Bikin Geger

Sodik melanjutkan, kala itu terdapat berbagai pembatasan yang kuat dan represif. Jika dilihat, sangat mirip dengan apa yang dialami Ustad Somad beberapa waktu belakangan.

“Dalilnya juga sama dan klise, merongrong ideologi negara Pancasila, UUD 1945 dan NKRI,” lanjutnya.

Sodik menyebut, pembatasan terhadap ulama yang hendak mennyampaikan ceramahnya ini merupakan bentuk kemunduran di era reformasi. Pasalnya, pembatasan ini bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan berpendapat.

Ia mengaku juga melihat ada ironi terhadap pembatasan terhadap para ulama akhir-akhir ini. Dulu, saat era Orba tak terhitung jumlah umat Islam dan politikus PDI yang menjadi korban aksi represi penguasa.

Sayangnya, ketika PDI yang kini menjadi PDI Perjuangan (PDIP) berkuasa, mereka malah mengulangi apa yang dilakukan penguasa Orba. Padahal, dulunya partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini dengan tegas melakukan perlawanan.

“Ketika PDIP berkuasa mereka melakukan apa yang dikerjakan lawannya dulu. Indonesia berputar bahkan mundur ke belakang, bukan maju ke depan,” ujar Sodik.

Baca juga: Lama Menghilang dan Tak Lagi Jadi Paranormal, Penampilan Baru Ki Joko Bodo Bikin Melongo

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Ustad Abdul Somad gagal memberikan ceramah di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya Gambir, Jakarta Pusat.

Panitia lokal bernama Azhar, kepada manajemen Ustad Somad mengaku PLN Disjaya Gambir diintervensi oleh pihak tertentu yang tak disebutkan identitasnya. Pihak tertentu ini meminta agar tablig akbar tersebut dibatalkan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan