SHARE
Loading...

Seorang gadis harus rela diejek teman-temannya karena kondisi langka yang ia derita yang membuat kulitnya bersisik. Karena kondisi tersebut ia bahkan disebut wanita ular oleh orang-orang di sekitarnya. Yang lebih memprihatinkan dia harus selalu memakai pelembab setiap waktu agar tak kering. Kondisi langka ini membuat kulitnya tak bisa membuang sel-sel kulit mati secara normal, seperti dilansir dari The Sun.

Remaja berusia 17 tahun ini perlu terus-menerus melembabkan tubuhnya untuk mencegah kulitnya mengeras. Dia mengatakan spreinya dipenuhi “sisik” setiap kali dia bangun. Karena kondisinya itu dia jarang pergi keluar untuk menghindari ejekan kejam dari orang asing.

Gadis asal Bukindnon, Filipina ini berharap bisa mendapatkan pengobatan yang bisa menyembuhkannya. Kasus langkanya ini sedang diselidiki oleh para ahli kulit dari Spanyol.

“Ketika aku berusia tujuh tahun, orang tua saya pindah. Awalnya, kupikir aku bisa melarikan diri dari anak-anak di sekitar rumah yang sering mengejekku karena kondisi ini,” ujar Floraine, seperti dilansir dari TheSun.

“Orang tuaku mengatakan bahwa aku dikandung dari ikan, karena itulah kulitku terlihat seperti sisik ikan namun orang lain menyebutnya seperti kulit ular,” tambahnya.

“Aku sangat sedih mendengar orang lain mengolok-olokku. Meski orang tuaku memberi kekuatan dan dukungan,” ungkap Floraine.

“Mereka memberiku cinta yang melimpah meski aku cacat,” ujarnya.

Ilum ichthyosis menyebabkan sel kulitnya tumbuh terlalu cepat. Jika kulitnya tidak dirawat atau diberi pelembab, kulitnya bisa mengeras. Bahkan kondisi itu menyebabkannya kesulitan bergerak. Dia juga berisiko tinggi terkena infeksi karena kondisi tersebut.

Kondisi langka ini bisa membuatnya terluka jika kulitnya retak saat kering dan terkelupas. Iritosis lamellar merupakan kelainan kulit genetik yang langka. Sel kulit memang diproduksi dalam tingkatan normal, namun sel-sel kulit itu tak bisa mengelupas secara normal dari lapisan terluar kulit.

Kulit-kulit yang tak bisa mengelupas itu membentuk sisik. Belum ditemukan obat yang bisa mengobati kondisi tersebut. Namun gejala ini dapat dirawat dengan krim topikal untuk memperbaiki kulit. Krim itu juga melindunginya dari kekeringan dan kulit pecah-pecah.