SHARE
Loading...

Sebuah video yang memperlihatkan seorang mahasiswa dibully oleh teman-temannya viral di media sosial. Kabarnya mahasiswa yang menjadi korban bullying adalah mahasiswa berkebutuhan khusus.

Video aksi bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus itu terekam dan viral di media sosial sejak Sabtu (15/7). Pertama kali ramai diposting akun gosip @thenewbikingregetan.

Dalam video itu terlihat seorang mahasiswa memakai jaket abu-abu dan tas ransel cokelat menjadi korban bullying. Seorang mahasiswa tampak menahan ransel korban hingga ia tidak bisa berjalan. Mahasiswa lain yang ikut melakukan bullying terdengar meneriaki korban.

Karena kesal, korban akhirnya melempar tempat sampah ke arah para pembully. Ironisnya beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melihat hanya bisa diam menyaksikan bullying kepada korban.

Loading...

Kabarnya korban sudah sering mendapat perlakuan bullying dari mahasiswa lain hampir setiap hari. Netizen pun berang akan tindakan bullying ini. Beragam komentar mereka layangkan kepada para pelaku bullying.

“Saya punya anak autis, dan saya marah besar kepada yang membully anak spesial seperti itu. Semoga kalian para pembully bisa merasakan seperti apa perasaan orang tua melihat anak spesialnya diperlakukan seperti itu,” tulis akun endang widuritriningtyas.

“Palingan para pelaku entar mintak maaf Ini lah negeri yang kalau viral baru minta maaf,” tulis akun lain eri72as.

Akun media sosial milik Gunadarma pun tak lepas dari kritik netizen. Netizen meminta agar pihak kampus segera mengusut kasus ini.

“Tolong jangan tutup mata terhadap kasus pembullyan mahasiswa autis yang sudah viral. Usut semua pelaku, perekam video, dan semua yang terlibat. RIP empati dan moral mahasiswa kalian menyakiti hati orang banyak, terutama orang tua,” tulis akun ash.verdian di postingan terakhir akun media sosial Gunadarma.

Sementara akun milik pelaku bullying langsung menjadi sasaran netizen. Namun saat ini akun para pelaku yang diduga menjadi korban bullying sudah disetting menjadi private.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta pihak kampus memberi sanski kepada para pelaku bully terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus. Undang-Undang Penyandang Disabilitas, menurut dia, menjunjung tinggi hak-hak penyandang disabilitas, salah satunya pendidikan.

Khofifah Indar Parawansa (Foto: Antara Foto/M. Agung Rajasa)

“Mudah-mudahan kita tidak sekadar prihatin. Saya mendorong merekomendasikan supaya kampus memberi sanksi pada pelaku dan memberikan keberpihakan secara resmi kepada korban bullying,” kata Khofifah usai memperingati Hari Anak Nasional di Jakarta, Minggu (16/7).

Khofifah meminta lingkungan keluarga dan sekolah tidak menganggap enteng kasus bullying. “Karena ada yang tidak tahan lalu bunuh diri,” kata dia.

“Tim terdekat itu guru di kelas. Mudah-mudahan mereka mau turun tangan,” kata Khofifah.

BEM Universitas Gunadarma langsung merespons melalui akun LINE. Mereka meminta mahasiswa lain untuk tidak menghakimi institusi atau individu tertentu dan berjanji akan mengusut kasus tersebut. Kasus itu disebut sedang ditangani pihak kampus.

Loading...
Loading...