KPK Panggil Penyanyi Iis Sugiarto, Terkait Kasus Korupsi Apa?

Posted on

Lahiya – Istiningdiah Sugiarto atau yang lebih dikenal sebagai penyanyi pop Iis Sugiarto dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa. Dia tiba di kantor KPK pada Senin (15/01/2018), sekitar pukul 10.30 WIB. Iis Sugiarto  memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik PT Garuda lndonesia (Persero) Tbk.

Seperti dikutip dari reportase Kompas.com, Selasa (16/01/2018), Iis diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, yang menjadi tersangka kasus tersebut.

Iis terlihat mendatangi KPK dengan mengenakan jaket dan kacamata hitam, kemeja putih, serta celana panjang dan syal biru. Ia didampingi sejumlah orang saat tiba di Gedung KPK.

Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK menyebutkan, Iis Sugianto diperiksa sebagai saksi kasus ini.

Baca juga: Hati-Hati! Kabar Try Sutrisno Meninggal Ternyata Hoax

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

Menyoal keterkaitannya, belum diketahui persis apa hubungannya penyanyi yang tenar di era 1980-an itu dalam kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Garuda.

Selain Iis Sugiarto, KPK juga memeriksa Soetikno Soedarjo, yang merupakan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi.

Dalam kasus ini, Soetikno ialah pihak yang diduga sebagai perantara yang memberi suap untuk Emirsyah Satar. Ia juga diperiksa sebagai saksi untuk kasus Emir.

Diduga, Emirsyah Satar menerima suap terkait pengadaan mesin Rolls-Royce PLC untuk pesawat Airbus SAS milik Garuda. Suap itu diperkirakan terjadi dalam rentang tahun 2005-2014 saat Garuda membeli pesawat Airbus.

Saat kejadian, Garuda Indonesia melakukan pengadaan 50 pesawat Airbus. Untuk mesinnya, Emirsyah memilih mesin buatan Rolls-Royce.

Pilihan Emir itu diduga tak lepas dari iming-iming komisi yang diberikan perusahaan asal Inggris itu. KPK mengungkapkan Emir menerima suap dari Rolls-Royce berupa barang dan uang yang nilainya lebih dari Rp 20 miliar.

Baca juga: Kritik Jokowi Karena Harga Beras Naik, Fahri Hamzah: Mana Janjinya Sekarang?

Rinciannya ialah uang 1,2 juta euro dan 180.000 dollar AS, atau senilai Rp 20 miliar dan barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan