Home Dunia Islam Kpr Bank Syariah Lebih Mahal dari Bank Konvensional? | @ahmadifham

Kpr Bank Syariah Lebih Mahal dari Bank Konvensional? | @ahmadifham

SHARE

Bank Syariah dan Bank Murni Riba lebih mahal mana?   Bahasan tema ini sering saya ulas di grup ILBS ini. Namun saya mau bahas lagi.

Tema mahal murah di perbankan biasa kita temui di produk KPR. KPR Murni Riba pake skema Kredit Berbunga, sedangkan KPR Syariah pake skema Jual Beli Tegaskan Marjin. Pun ada beberapa akad lain di skema kepemilikan rumah.

Salah satu rumus untuk membandingkan mana yang lebih mahal dan mana yang lebih murah adalah dari sisi AKAD. Jika akad berbeda maka jelas risiko berbeda. Maka tidak bisa head to head dibandingkan. Tidak bisa apple to apple dibandingin.

Ini sebenarnya skema Logika aja. Logika Matematika. Logika duit. Logika angka. Logika fikih. Logika Syariah. Logika dagang. Logika Muamalah.

Perhatikan. Rumus pertama kan bandingkan sesuatu harus apple to apple.   Nah jika ingin membandingkan sesuatu yang tidak apple to apple maka gunakanlah BOBOT dan SKOR. Ini logis.

Mari coba kita bandingkan JIKA TIDAK HEAD TO HEAD. Dan memang tidak akan mungkin skema KPR Murni Riba [KPRBMR] dan KPR Syariah [KPRS] bisa dibandingkan head to head karena RISIKO-nya jauh berbeda.

Dengan harga Developer sama sama 200jt, DP sama sama 40jt, dengan jangka waktu 15 tahun misalnya akan ketemu angka:

Angsuran KPRBMR: 2.100 000. Angsuran KPRS: 2.500.000   Silahkan dibobot dan diskor.

Biaya KPR: lazimnya kurang lebih sama.   Silahkan dibobot dan diskor. Perhitungan bunga annuitas dan marjin annuitas maka IRAMAnya sama namun Marjin BS lebih mahal tidak signifikan.   Silahkan dibobot dan diskor.

Total uang yang dikeluarkan Nasabah BS sampai LUNAS: 410jt. HARAM BERUBAH.   Total uang yang dikeluarkan Nasabah BMR sampai lunas: TIDAK PASTI. TIDAK TAHU. TIDAK JELAS. Bisa 350jt. Bisa 400jt. Bisa 500jt. Bisa 900jt. Cek di krisis Ekonomi 1998. 2008. dll — Silahkan dibobot dan diskor.

loading...

Risiko Nasabah BS jika Suku bunga naik = TENAAANG dan gak ngaruh.   Risiko Nasabah BMR jika Suku bunga naik = Gak tenang dan ngaruh. — Silahkan dibobot dan diskor.

Risiko Nasabah BS setelah tanda tangan akad = (1) cari duit buat ngangsur.   Risiko Nasabah BMR setelah tanda tangan akad = (1) cari duit buat ngangsur, (2) abis sholat doa agar suku bunga gak naik, (3) doa agar inflasi gak meningkat, (3) doa agar ekonomi tumbuh baik, (4) doa agar negara gak ribut politik, (5) doa agar negara gak resesi ekonomi. Dan lain lain. — Silahkan dibobot dan diskor.

Risiko perubahan harga Nasabah KPRS = NOL. Haram berubah.   Risiko perubahan “harga” atau jumlah uang yang harus dibayarkan Nasabah KPRBMR ke BMR = ~ alias TAK TERHINGGA dan HANYA TUHAN YANG TAHU PASTI dan yaa paling maksimal sih sejumlah bulan jangka waktu KPR. — Silahkan dibobot dan diskor.

Logika orang dagang pake skema jual beli dengan logika kredit berbunga. Tentu ada RISIKO yang PASTI BEDA.

Nah.. ini hanya sebagian dari logika matematis atau logika risiko dan juga sebagai LOGIKA FIKIH jadi Nasabah KPRS VS Nasabah KPRBMR.   Mahal mana? Kalau akadnya sama sih GAMPANG BANDINGINNYA. Kalau AKAD BEDA ya terpaksa HARUS pake BOBOT dan SKOR.

Hal hal seperti inilah yang harus disampaikan ke Nasabah sehingga Nasabah tinggal milih mau yang mana.   Kalau ada Nasabah yang biasa terdidik BERMENTAL jadi gambler alias spekulan, berusaha memastikan sesuatu yang jelas tidak bisa dipastikan (baca: mencoba memaksa Tuhan), ya mana mau dia ke Bank Syariah?? Pasti dia malesss.. Males logis.

Ada satu hal matematis yang bisa menyebabkan ANGSURAN KPRS menjadi diatur murah yakni ketika Fee Based Income (FBI) Bank Syariah udah wowww.. bisa setinggi FBI BCA misalnya. FBI butuh teknologi. Solusinya pun sederhana: tinggalkan Bank Murni Riba dan PINDAH ke Bank Syariah. Maka BS akan makin memanjakan Nasabah.

SHARE