La Nyalla Tuding Uang Mahar di Gerindra, Alumni 212 Bela Prabowo

Posted on

Lahiya – Kader Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti mendadak jadi sorotan setelah mengaku dimintai mahar sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar diusung dalam Pilkada Jatim 2018.

Pengakuan La Nyalla ini mendapat tanggapan dari sejumlah politisi, termasuk Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang diusung Gerindra pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tak hanya itu, Ketua Umum DPP Garda 212 Ansufri Idrus Sambo juga buka suara soal pengakuan tersebut. Menurutnya, untuk mencalonkan diri pada Pilkada serentak 2018 adalah uang. Sambo menuturkan, penjalasannya ini karena La Nyalla sempat mencatut nama Alumni 212 dalam pengakuannya.

Lebih lanjut, Sambo mengaku dirinya sering terlibat dalam pengajuan calon bupati, walikota, maupun gubernur kepada parpol yang didukung Alumni 212. Partai tersebut adalah Gerindra, PAN, dan PKS.

Baca juga: Imbas Isu Mahar Politik Rp 40 Miliar, Bawaslu Jatim Bakal Minta Klarifikasi La Nyalla dan Prabowo

Sementara itu, Garda 212 menurut Sambo merupakan wadah bagi alumni dan simpatisan aksi 212 yang ingin berkiprah dalam dunia politik.

“Saya juga mengajukan beberapa nama ke parpol milik Pak Prabowo, Pak Amien (Rais), saya tahu proses itu bagaimana, maka kami ingin sampaikan ini,” katanya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2017), seperti dilansir cnnindonesia.com.

Sambo mengungkapkan, ada tiga syarat utama yang selalu diajukan Prabowo ketika ada orang yang datang meminta dukungan politik dalam pilkada. Syarat ini adalah dana, elektabilitas, dan kesanggupan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019.

“Kami menyayangkan pernyataan La Nyalla, apalagi soal mahar itu. Memang benar, Pak Prabowo selalu mengajukan tiga syarat. Pertama, beliau akan bertanya, ada dananya, enggak? Kedua, bisa menang, enggak? Lalu yang terakhir kesanggupan dukung beliau (Prabowo) di pilpres,” lanjutnya.

Dana yang diajukan sebagai syarat oleh Prabowo ini, menurut Sambo bukanlah mahar. Melainkan karena memang diperlukan selama masa kampanye.

“Jadi bukan mahar, tapi persiapan untuk kampanye. Tentu kualitas harus ada, elektabilitas harus punya, dan jangan lupa isi tas juga,” terangnya.

Selain itu, Sambo juga mengatakan, Prabowo mengajukan syarat kesanggupan menyiapkan dana karena tak mau rugi dengan menyediakan dana talangan untuk mendukung calon yang mendatanginya.

Baca juga: La Nyalla Mengaku Dimintai Rp 40 Milyar, Sandiaga Bela Prabowo Begini

“Ya, kan sekarang politik itu high cost. Mahal, kata Pak Prabowo kenapa dia tanya di depan (kesanggupan dana) karena dia enggak mau janji-janji saja. Katanya ‘enggak mau rugi gue, sudah capek keluarin SK, sekarang pas kampanye gue juga yang harus nyari dana’,” tutur Sambo.

Terkait dana Rp 40 miliar tersebut, menurut Sambo jumlahnya terlalu kecil. Sebab, di daerah lain seperti Bogor, bisa menghabiskan hingga Rp 50 miliar.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan