Lagi, KPK Kembali Panggil Zumi Zola Untuk Dalami Dugaan Suap RAPD Jambi

Posted on

Lahiya – Zumi Zola selaku Gubernur Jambi kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan dilakukan dalam proses pengembangan kasus dugaan suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018.

“Ada kebutuhan pemeriksaan untuk mencermati beberapa fakta baru dalam proses penyidikan yang berjalan untuk tersangka lain karena bukan pemeriksaan di penyidikan yang sedang berjalan, maka kami belum bisa jelaskan banyak soal ini,” demikian diucapkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/01/2018), dilansir dari laporan AntaraNews.com.

Sebelumnya, pada 5 Januari 2018 lalu KPK sudah memeriksa Zumi Zola sebagai saksi untuk tersangka Saifudin, Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi. Saifudin diduga menyuap anggota DPRD Jambi dalam kasus tersebut.

Waktu itu, Zumi Zola mengaku tidak mengetahui adanya instruksi pemberian uang kepada anggota DPRD Jambi untuk memuluskan pengesahan RAPBD Jambi Tahun Anggaran 2018.

Baca juga: Blak-blakan! Sandi Sebut Warga Berpendapatan di Bawah UMP Sulit Ikut DP 0 Persen

“Saya sudah menyampaikan yang penyerahan apa itu, dana uang itu, saya tidak tahu menahu,” kata Zumi Zola yang dulunya lebih dikenal sebagai aktor tersebut.

Ada Empat Tersangka

Sedangkan pihak KPK menuturkan, ada instruksi pemberian uang ke DPRD dari Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saifudin.

Dinyatakan Zumi, sebagai atasan mereka, dirinya hanya memberi perintah agar pembahasan pengesahan RAPBD Tahun Anggaran 2018 harus sesuai prosedur yang berlaku.

“Perintahnya adalah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tidak menyalahi aturan, tadi juga saya sampaikan seperti itu,” tandas Zumi.

Terkait kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka yakni anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono, Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin.

Sementara untuk total uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan terkait kasus ini adalah Rp 4,7 miliar. Diduga, uang tersebut diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi agar menghadiri pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 karena sebelumnya ada informasi mengenai beberapa anggota yang berencana tak hadir. Mereka berencana tak hadir lantaran tak ada jaminan dari pemprov.

Guna memuluskan proses pengesahan tersebut, diduga disepakatilah pencarian uang yang disebut sebagai “uang ketok”. Aparat pemerintah provinsi mengumpulkan uang ketok dari perusahaan swasta yang menjadi rekanan pemerintah.

Kemudian, anak buah Arfan memberi uang ke Saifudin Rp 3 miliar, yang lantas diberikannya kepada beberapa anggota DPRD dari lintas fraksi.

Baca juga: Pangling! Dulu Kelebihan Berat Badan, Kini Juwita Bahar Tampil Kian Mempesona

Saat ini KPK sudah mengamankan Saifudin dan Supriono yang diduga menjadi penerima uang ketok. Mereka diamankan beberapa saat setelah penyerahan uang Rp 400 juta di sebuah restoran dekat salah satu rumah sakit di Jambi.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan