Lagi! Sandiaga Dilaporkan ke Polisi Soal Penggelapan Lahan

Posted on

Lahiya – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, kembali dilaporkan ke polisi terkait dengan kasus dugaan penggelapan lahan. Laporan ini dibuat oleh Fransiska Kumalawati pada Senin (8/1/2018).

Dilansir dari laman kompas.com, kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada hari Rabu (10/1/2018) membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya, betul ada laporan itu,” katanya.

Tidak hanya Sandiaga, Andreas Tjahjadi, rekan bisnisnya, juga turut dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati. Laporan itu diterima dan teruang dalam laporan polisi bernomor LP/109/2018/PMJ/ Dit Reskrimum.

“Laporan ini untuk sertifikat tanah nomor 1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB dan telah dijual ke orang ketiga,” kata Fransiska, dikutip dari kompas.com.

Baca Juga: Operasi Sesar Berpengaruh pada Evolusi Manusia? Begini Penjelasan Studinya

Sandiaga dan Andreas, ucap Fransiska, dilaporkan ke polisi sebagai pemilik saham PT Japirex. Untuk diketahui, pada tahun 2012 lalu, keduanya termasuk jajaran direksi perusahaan tersebut.

Andreas dan Sandiaga ini, lanjut Fransiska, telah menjual tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang. Inilah tanah nomor 1020 yang dimaksud Fransiska.

Dalam surat pelepasan hak, isinya jelas mengatakan bahwa tanah tersebut tetap atas nama pihak pertama. Kemudian, Fransiska menyebutkan bahwa tidak pernah ada perjanjian antara Djoni, Sandiaga, dan Andreas mengenai penjualan tanah tersebut.

“Surat pelepasan hak isinya jelas bahwa tanah tersebut tetap beratasnamakan pihak pertama. Jadi hanya untuk dipergunakan bukan untuk dibalik nama atau dijualbelikan,” kata Fransiska.

Sebelum laporan ini, Fransiska juga sudah melaporkan Sandiaga dan Andreas pada Maret 2017 silam. Untuk laporan terdahulu ini, polisi telah menetapkan Andreas sebagai tersangka. Tapi, polisi menyebut tak ada keterlibatan Sandiaga dalam kasus itu.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan