Lama Tak Terdengar, Beginilah Kabar Gayus Tambunan, ‘Sang Koruptor’ Kelas Kakap

Posted on

Nama Gayus Tambunan sempat membuat geger publik pada 2010-2011, saking geramnya masyarakat, kasus yang menimpa Gayus bahkan sempat diabadikan dalam sebuah lagu ‘Andai aku Gayus Tambunan’. Ya, Pegawai Ditjen Pajak yang bernama lengkap Gayus Halomoan Partahanan Tambunan ini terjerat banyak kasus yang melibatkan sejumlah pejabat.

Tepat hari ini, 19 januari 7 tahun lalu (2011) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis atas ulah Gayus Tambunan. Lama tak terdengar kabarnya setelah menghebohkan Tanah Air, inilah rekam jejak kasus serta kabar terkini ‘Sang Koruptor’ yang kerapkali bikin ulah.

Baca Juga
Megahnya Nurul Iman, Kediaman Sultan Brunei yang Membuat Rumah Istana Bogor Tidak ada Apa-apanya
5 Fakta Cantrang, Alat Penangkap Ikan “Kontroversial” yang Membuat Bu Susi Naik Darah

Vonis 7 tahun penjara pada 2011 atas kasus mafia pajak

Kasus pembuka Gayus ini pertama tercium oleh Komjen Susno Duadji yang mengetahui ada 25 Miliar uang di reekning, 60 Milliar mata uang asing, dan periasan senilai 14 Milliar yang diduga adalah uang haram. Atas kasus tersebut Gayus terjerat kasus mafia pajak bersama dua atasannya di Direktorat Jenderal Pajak, Humala Napitupulu dan Maruli Pandapotan Manurung.

Gayus-Tambunan [Image source]

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis penjara 7 tahun dengan denda Rp 300 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Hukuman ini sebenarnya jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa sebelumnya, 20 tahun penjara denda Rp 500 juta.

Status tahanan tapi melancong ke berbagai negara

Mendekam di penjara tidak lantas membuatnya jera dan kapok, masih berstatus tahanan di Lapas Cipinang, tapi ulah Gayus bikin semua orang geram. Pada 5 November 2010, Gayus diketahui sedang menonton pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali.

Paspor palsu Gayus [Image source]

Setelah itu, ia melanjutkan pergi ke berbagai negara dengan berbekal paspor palsu atas nama Sony Laksono. Tercatat dari 22 September-2 Oktober 2010, Gayus sudah melancong ke Macau, Malaysia, dan Singapura. Sungguh kelakuan yang membuat masyarakat gregetan!

Dipindahkan ke Lapas Sukamiskin hingga ketauan makan di restoran

Lapas Sukamiskin memang dikenal sebagai tempat mendekamnya orang kaya, narapidana korupsi dan para politikus. Para napi di Sukamiskin juga terkenal senang plesiran dan menyogok sipir untuk bisa keluar penjara, salah satunya adalah Gayus Tambunan.

Ketauan makan di restoran [Image source]

Pada 9 Septermber 2015 Gayus kembali berulah, dalam sebuah foto yang beredar melalui facebook Baskoro Endrawan, ia kedapatan sedang makan di sebuah restoran di Jakarta Selatan dengan 2 teman perempuannya. Atas ulah tersebut 2 Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus menerima sanksi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas kelalaian menjaga terpidana Gayus Tambunan.

Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor

Akibat ulahnya berkeliaran dan makan di restoran, Gayus kembali dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor. Sebenarnya, Gayus memang mendapat izin untuk menghadiri sidang perceraian denganistrinya di Pengadilan Agama Jakarta Utara, tapi tetap saja makan di restoran termasuk pelanggran.

Pindah ke Gunung Sindur [Image source]

Pemindahan ini dilakukan untuk memberi efek jera karena Gunung Sindur dihuni oleh para bandar narkoba kelas kakap, sehingga keamanannya jauh lebih baik daripada penjara Nusakambangan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan