Lantik Moeldoko dan Agum Gumelar, Sepertinya Jokowi Punya Misi Rahasia Ini

Posted on

Lahiya – Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik menduga jika Presiden Jokowi memberikan tugas khusus untuk dua mantan petinggi TNI yang baru saja masuk ke lingkaran istananya, mereka adalah Moeldoko dan Agum Gumelar. Dan tugas yang dimaksud adalah persiapan Jokowi untuk menghadapi pemilu tahun 2019 nanti.

Dengan adanya Moeldoko dan juga Agum Gumelar di sisi Jokowi, setidaknya sekarang ada empat jenderal purnawirawan yang berada di lingkaran mantan Wali Kota Solo tersebut. Dua nama lainnya yakni Luhut B Pandjaitan dan juga AM Hendropriyono.

“Saya yakin, langkah presiden menggandeng Luhut, Hendropriyono, Moeldoko dan Agung Gumelar punya insentif elektoral. Paling tidak untuk mengunci dan membatasi ruang gerak, atau semacam mengantisipasi jika lawan politik mengusung dari tokoh militer,” ujar Pangi  Minggu (21/1/2018) seperti yang diwartakan oleh JPNN.com

Baca juga: Sandiaga Sebut Apartemen Mangkrak di Klapa Village Proyek Era Ahok-Djarot

Ambisi Jenderal Gatot Maju Pilpres

Pengamat politik yang sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Centre itu selanjutnya juga menyebutkan kemungkinan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang bakal maju ke pertarungan Pilpres 2019 nanti sebagai salan satu calon presiden. Sebab, seperti yang selama ini diketahui Gatot terlihat melakukan manuver-manuver politik untuk melambungkan namanya di hadapan masyarakat.

“Jenderal Gatot saya kira punya ambisi ke sana, beliau sudah mempertaruhkan jabatan yang seharusnya baru pensiun Maret mendatang, tapi sudah diberhentikan sejak Desember lalu dari jabatan panglima,” jelas Pangi.

Maka dari itulah, Ipang sapaan karib Pangi menduga kuat jika keputusan orang nomor satu di Indonesia itu menoaktifkan Gatot sebelum masa pensiun merupakan langkah untuk mengunci Jenderal yang lahir pada 13 Maret 1960 itu agar langkah politiknya bisa perlahan-lahan surut.

Baca juga: Heboh Pernyataannya Soal 5 Fraksi Dukung LGBT, Zulkifli Hasan Beri Klarifikasi

Pangi, selanjutnya juga menyebutkan jika Presiden Jokowi ‘memanfaatkan’ senior-senior di tubuh TNU untuk memperkuat posisinya di Pilpres 2019 nanti. Mereka digunakan untuk memecah suara Gatot, sehingga terjadi pembelahan di internal militer sendiri. Dan akhirnya nanti dukungan untuk Gatot dari internal militer sudah tidak solid seperti sebelumnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan