Logika Fikih Jual Beli Jasa | @ahmadifham

Posted on

Jual Beli jasa kita temui di skema perbankan syariah maupun transaksi di lembaga keuangan syariah lainnya. Misalnya pada produk gadai syariah, produk talangan haji, kartu kredit syariah, dan lain lain.

Secara fikih, pengenaan biaya apapun itu boleh asalkan ada jual beli yang jelas, misalnya:

1. Ada jual beli jasa sewa (Manfaat) tempat untuk gadai syariah.. ada 1 harga. Sekali lagi hanya ada 1 harga. Misal setiap 15 hari sekali dikenakan 1 harga. Dan harga disesuaikan dengan risiko. In case biaya sewa tempat pada 15 hari berikutnya naik ya gak apa-apa. Asalkan jelas memang ada Jual Beli Manfaat. Jadi fee nya bukan diambil dari pinjaman. Secara fikih ini pembenaran yang benar.

2. Ada jual beli jasa pemanfaatan fasilitas kartu kredit syariah.. ada 1 harga. Jadi fee nya bukan diambil dari pinjaman. Secara fikih ini pembenaran yang benar.

3. Ada jual beli jasa jaminan yang diberikan Bank Syariah bagi pengguna kartu kredit syariah.. ada 1 harga. Jadi fee nya bukan diambil dari pinjaman. Secara fikih ini pembenaran yang benar.

4. Ada jual beli jasa pengurusan biaya haji.. ada 1 harga. Jadi fee nya bukan diambil dari pinjaman. Secara fikih ini pembenaran yang benar.