SHARE

Macam Jenis Reseptor Sensorik Tubuh Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Macam Jenis Reseptor Sensorik Tubuh, dan gak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita masuk ke pembahasan kali ini, ya.

Ada beberapa reseptor sensori yang mengemukakan informasi mengenai lingkungan dalam serta lingkungan luar ke system saraf pusat (SSP) namun tidak semua bekerja diatas kesadaran. Misalnya, gelendong otot memberikan informasi mengenai panjang otot dan contoh yang lain yakni reseptor-reseptor lain memberikan informasi mengenai tekanan darah arteri, level oksigen serta karbon dioksida dalam darah, maupun pH cairan serebrospinal.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Tiap sensasi yang tidak sama ─ seperti sentuhan, nyeri, visual, atau pendengaran ─ disebut dengan modalitas sensori. Satu neuron sensori membawa informasi cuma untuk satu modalitas sensori. Neuron mengemukakan impuls sentuhan ke daerah somatosensori di korteks serebri tidak mentransmisikan impuls untuk nyeri. Serta, impuls dari mata dipersepsikan sebagai pandangan serta impuls yang dari telinga dipersepsikan sebagai suara. Modalitas sensori yang tidak sama bisa digolongkan jadi dua kelompok: sensasi umum (general senses) serta sensasi spesial (special senses).

Sensasi umum (general senses) menjurus ke sensasi somatis serta sensasi visceral. Sensasi somatis (sonata = tubuh) terdiri dari sensasi taktil, sensasi suhu, sensasi nyeri, serta sensasi proprioresepsi. Sensasi proprioresepsi mempersepsikan posisi statis (tidak bergerak) dari batang tubuh serta ekstremitas (posisi sendi serta otot) dan gerakan dari tubuh dan kepala. Sensasi visceral mengemukakan informasi mengenai keadaan berkaitan dengan organ dalam.

Sensasi spesial (special senses) terdiri atas penghidu, pengecap, visual, pendengaran, serta keseimbangan.

Reseptor sensori bisa dikatakan sebagai transduser yang merubah beragam bentuk daya di lingkungan jadi potensial aksi di neuron sensori. Reseptor cutaneus untuk rabaan serta tekanan yaitu mekanoreseptor. Proprioseptor terdapat di otot, tendon, serta sendi untuk mengemukakan informasi mengenai panjang serta tegangan otot. Termoreseptor mendeteksi sensasi hangat serta dingin. Stimulasi yang punya potensi beresiko seperti nyeri, panas yang ekstrem dan dingin yang ekstrem dihantarkan oleh nosireseptor. Istilah kemoreseptor menjurus ke reseptor yang distimulasi oleh perubahan komposisi kimia di lingkungan dimana mereka ada. Yang termasuk juga reseptor ini yaitu reseptor untuk pengecapan serta penghidu serta reseptor visceral seperti reseptor yang peka pada perubahan level O2, Mh, serta tekanan osmosis di plasma. Fotoreseptor yaitu sel batang serta sel kerucut didalam retina yang berespon pada cahaya.

Seluruh reseptor sensori biasanya memiliki satu fungsi yang sama. Apa pun jenis stimulus yang mengeksitasi reseptor, dampak langsungnya yakni untuk merubah potensial listrik membran reseptor itu. Perubahan ini disebut dengan potensial reseptor.

Reseptor bisa berbentuk (1) ujung saraf neuron aferen atau (2) sel sendiri yang terkait erat dengan ujung perifer neuron. Stimulasi satu reseptor bakal merubah permeabilitas membrannya, umumnya dengan mengakibatkan pembukaan nonselektif seluruh saluran ion kecil. Langkah bagaimana perubahan permeabilitas ini berjalan berbeda-beda untuk masing-masing jenis reseptor. Lantaran pada kondisi potensial istirahat daya dorong elektrokimiawi semakin besar untuk Na­­­­+ dari pada untuk ion-ion kecil yang lain dampak predominan yaitu luks Na+ masuk ke sel, yang mendepolarisasi membran reseptor (terkecuali fotoreseptor yang mengalami hiperpolarisasi bila dirangsang). Perubahan depolarisasi lokal ini di kenal dengan potensial reseptor untuk reseptor jenis terpisah atau sebagai potensial generator bila reseptor adalah ujung khusus dari satu neuron aferen. Potensial reseptor (atau generator) yaitu potensial berjenjang yang amplitudo serta durasinya bisa beragam, tergantung pada kemampuan serta derajat aplikasi atau penghapusan rangsangan. Makin kuat rangsangan, makin besar potensial reseptor. Seperti seluruh potensial berjenjang yang lain, potensial reseptor tidak mempunyai periode refrakter, hingga bisa terjadi penjumlahan respons pada rangsangan yang berturut-turut. Lantaran regio reseptor mempunyai ambang yang amat tinggi potensial aksi tidak terbentuk di reseptor tersebut. Untuk transmisi jarak jauh, potensial reseptor mesti dirubah jadi potensial aksi yang bisa dialirkan sepanjang serat aferen.

Reseptor-reseptor yang tidak sama bisa dieksitasi dengan satu diantara beberapa langkah untuk mengakibatkan potensial reseptor : (1) lewat cara perubahan mekanik reseptor, yang meregangkan membran reseptor serta membuka kanal ion ; (2) dengan pemakaian satu bahan kimiawi pada membran, yang akan membuka kanal ion ; (3) dengan merubah temperatur membran, yang merubah permeabilitas membran ; (4) oleh dampak radiasi elektromagnetik, seperti sinar di reseptor visual retina, yang langsung atau tidak langsung merubah karakteristik membran reseptor serta bikin ion bisa mengalir lewat kanal membran. Dalam seluruh hal, pemicu paling utama perubahan potensial membran yaitu perubahan permeabilitas membran reseptor, yang bikin ion berdifusi lebih banyak atau lebih sedikit dengan cepat lewat membran untuk merubah potensial transmembran.

Amplitudo maksimum pada rata-rata reseptor sensori yaitu kurang lebih 100 milivolt, namun nilai ini cuma terjadi pada intensitas rangsangan sensoris yang amat tinggi. Penambahan ini kurang lebih sama juga dengan voltase maksimum yang terdaftar pada potensial aksi serta perubahan voltase saat membran jadi amat permeabel pada ion natrium.

Apabila potensial reseptor bertambah hingga diatas nilai ambang untuk menyebabkan potensial aksi di serabut saraf yang menempel pada reseptor, muncul potensial aksi. Makin tinggi penambahan potensial reseptor diatas nilai ambangnya, makin besar frekwensi potensial aksi.

Langkah membuka saluran Na+ ini tidak sama bergantung pada apakah reseptor adalah sel sendiri atau sisi khusus dari ujung aferen. Untuk reseptor jenis terpisah, potensial reseptor menyebabkan pelepasan satu pembawa pesan kimiawi yang berdifusi melewati ruang sempit yang memisahkan reseptor dari ujung neuron aferen, sama dengan satu sinaps. Pengikatan pembawa pesan kimiawi itu dengan reseptor protein spesifiknya di membran neuron aferen membuka saluran Na+ berpintu kimiawi. Untuk reseptor yang merupakan ujung khusus neuron aferen, aliran arus lokal antara ujung reseptor yang teraktifkan yang mengalami potensial generator serta membran sel di samping reseptor mengakibatkan terbukanya saluran berpintu voltase dibagian ini.

 

Daftar Pustaka:

  1. Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC.
  2. Barret, Kim E. 2012. Ganong’s Review of Medical Physiology 24th Edition. United States : The McGraw-Hill Companies, Inc.
  3. Guyton & Hall. 2006. Textbook of Medical Physiology Eleventh Edition. Philadelphia : Elsevier, Inc.
  4. Tortora, Gerard J., Nielsen, Mark T. 2012. Principles of Human Anatomy. United States : Biological Sciences Textbooks, Inc.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Macam Jenis Reseptor Sensorik Tubuh. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...