Home Dunia Islam Memaknai Idul Fitri

Memaknai Idul Fitri

SHARE

Makna Idul Fitri-Saat mendengar kata Idul Fitri, pasti dalam benak tiap-tiap orang yang ada yaitu kebahagiaan serta kemenangan. Di mana pada hari itu, seluruh manusia terasa senang serta suka lantaran sudah melakukan beribadah puasa satu bulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya “mudik (pulang kampung) ” yang notabene cuma ada di Indonesia. Diluar itu, hari raya Idul Fitri juga sering ditandai dengan nyaris 90% mereka menggunakan suatu hal yang baru, dari mulai baju baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan juga istri baru (untuk yang baru menikah).

Maklum saja lantaran rotasi duit paling besar ada ketika Lebaran. Bila telah demikian, bagaimana sesungguhnya arti dari Idul Fitri tersebut. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan suatu hal yang baru, atau mungkin dengan mudik untuk bersilaturrahim pada sanak saudara serta kerabat?.

Idul Fitri adalah satu hari raya yang dirayakan sesudah umat Islam melakukan beribadah puasa Ramadhan sepanjang sebulan penuh, dengan menahan udara nafsu, menahan lapar serta haus dalam kemauan lantaran Allah. Mengharap ampunan serta rahmatNya untuk memperoleh ridhoNya. Diberi nama Idul Fitri lantaran manusia pada hari itu laksana seseorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yg tidak memiliki dosa serta salah.

Seperti yang telah dijelaskan diatas arti Idul Fitri yaitu kembali suci. Serta arti itu kerap kita dengar dari ceramah-ceramah ustadz serta ustadzah atau dari sumber yang lain yang mengartikan kalau idul fitri yaitu kondisi orang yang kembali suci atau tanpa ada dosa seperti seseorang bayi yang baru lahir.

Apakah benar keadaan kita kembali suci seperti bayi di saat hari raya idul fitri ?

Yuk kita simak arti atau makna yang sebenarnya menurut pengertian bahasa Arab dan pengertian di dalam Hadits. 🙂

Idul fitri berasal dari dua kata yaitu id [arab: ﺪﻴﻋ] dan al-fitri [arab: ﺮﻄﻔﻟﺍ]. Id secara bahasa berasal dari kata , aada – ya’uudu [arab: – ﺩﺎﻋ ﺩﻮﻌﻳ], yang artinya kembali.
Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah [arab: ﺓﺩﺎﻌﻟﺍ], yang artinya kebiasaan.

Dan Kata fitri berasal dari kata afthara – yufthiru [arab: – ﺮﻄﻓﺃ ﺮﻄﻔﻳ], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa.

Bila dipadukan pengertiannya yaitu kembali berbuka atau tak lagi lakukan puasa Ramadhan. Mempunyai arti dapat buka atau makan serta minum setiap saat lantaran tak akan lakukan puasa ramadhan. Serta masuk bln. 1 syawal atau perayaan idul fitri. Yang setiap negara menyambutnya dengan rutinitas yang tidak sama. Atau merayakan dengan berbuka setiap waktu, dapat makan serta minum setiap saat dengan sajian makanan di hari lebaran atau hari raya idul fitri.

loading...

Di Indonesia banyak yang menyebutkan kata fitri serta fitrah itu sama lantaran kalimat serta pengucapannya nyaris sama. Tetapi sesungguhnya pengertian serta maknanya begitu tidak sama. pengertian fitri telah di terangkan diatas yaitu berbuka atau tak akan lakukan puasa Ramadhan. Sedang arti fitrah yaitu kembali suci tanpa ada dosa. Seperti menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu’Abbas, fitrah yaitu semula penciptaan manusia. Serta di katakan didalam Al-Quran :

” Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ” (Q.S Al-Ruum ayat: 30)

Jadi fitrah yaitu awal mula Allah menciptakan manusia itu yaitu dalam kondisi suci tanpa ada dosa. Jadi begitu terang kalau pengertian fitri serta fitrah adalah tidak sama. Pemahaman umumnya hari raya idul fitri yaitu kembali suci seperti bayi itu salah. Lantaran apakah kita ketahui kalau amalan beribadah kita telah prima atau diterima oleh Allah Swt? Tak dikotori oleh udara nafsu atau penyakit hati serta betul-betul ikhlas lantaran Allah? Pastinya Allah lebih tahu.

Yang harusnya mesti kita kerjakan dalam menanggapi arti hari raya idul fitri yaitu senantiasa berdoa, seperti yang dikerjakan oleh beberapa sahabat Nabi Saw. Mereka sama-sama mendoakan atau mengatakan kalimat “Taqobalallahu minna waminka (waminkum), waja’alana minal ‘aidin wal faizin”, yang berarti “Semoga Allah menerima amaliyah ramadhan saya serta ramadhan anda atau kalian, dengan hal tersebut kita akan jadi orang yang kembali (pada agama) serta orang yang berbahagia lantaran sudah mendapatkan kemenangan. ”

Mudah-mudahan amalan-amalan kita di bln. Ramadhan serta diluar Ramadhan diterima oleh Allah Swt. Serta janganlah terasa diri kita telah prima, supaya terlepas dari karakter sombong, ujub, riya’ atau penyakit hati yang lain. Yang paling utama yaitu Tetaplah melindungi hati dalam keikhlasan serta kesabaran, tetaplah istiqomah didalam ketaatan. Mudah-mudahan kita bisa melindungi fitrah Allah untuk kesucian hati kita didalam ridhoNya. Aamiin ya Robbal’aalamiin.

 

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan