Ini Loh Untungnya Kerjasama Tim dalam Membangun Bisnis

Apa hikmah dijadikannya manusia tidak sempurna?

Mungkin salah satu jawabannya terletak pada gagasan: agar kita saling membantu, saling mengisi, dan bekerja sama. Betapa banyak “keajaiban” yang dapat kita wujudkan dengan bersatu? Bukan hanya pada format besar, namun juga pada sekup kecil. Bukan jumlahnya yang menjadi hal mendasar, melainkan konsep bersatunya manusia-manusia dalam satu wadah untuk bersama-sama mencapai sesuatu.

Bersatu adalah tanda kita berniat saling membantu, saling menutupi kekurangan, mengerahkan kekuatan-kekuatan pribadi untuk kepentingan bersama. Dengan niat mulia seperti itulah “keajaiban” dapat muncul. Keajaiaban yang tidak akan bisa direalisasikan sendiri-sendiri. Apalagi dengan perpecahan. Konsep yang berintikan ketidakmauan bersama, membenci pihak lain, mengharapkan kejatuhan dan kehancuran. Secara moral, perpecahan amat tidak layak dipertimbangkan. Dalam gagasan yang penuh dengan prasangka negatif, apa mungkin ada hal besar yang kita bisa tumbuhkembangkan?

Salah satu bentuk persatuan dapat kita temukan dalam bentuk kerja tim, dalam membangun sebuah bisnis. Tim, yang diambil dari kata team, punya definisi yang berbeda-beda, tergantung sudut pandang pihak yang mendefinisikannya. Namun, secara garis besar, tim dapat dimaknai sebagai sekelompok orang, dalam jumlah relatif kecil, yang berkomitmen dan terikat untuk meraih tujuan bersama, dengan keahlian-keahlian yang saling melengkapi, norma dan standar kualitas kerja yang telah disepakati, yang mana tiap anggotanya punya peran yang jelas dan bersama-sama menanggung semua hasil, baik itu bagus atau buruk. Siapa pun yang masuk dalam sebuah tim akan mengalami pewarnaan identitas yang kental, mengalami hubungan yang erat antar satu anggota dengan anggota lainnya, dan saling bergantung atau menunjang ketika menjalani proses kerja.

Formatnya yang kecil bukan berarti, sebagaimana telah diungkapkan, tidak memiliki fungsi yang berguna. Bentuk tim itu sendiri kerap kita temukan dalam kehidupan sekitar kita, entah karena manusia telah menyadari kegunaannya, atau itu terjadi karena ketidaksengajaan. Tim-tim “kecil” maupun “sedang” bisa kita temukan di sekolah, organisasi, rumah, bahkan di perusahaan. Jikalau dirunut-runut, ada banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan dalam format kerjasama tim, terutama bila digunakan untuk mendirikan imperium bisnis Anda.

Format tim menuntut fokus atau target yang jelas.

Sering ketika bekerja sendirian, kita mengalami disorientasi tujuan sehingga perjalanan jadi berantakan. Dengan format tim, kita akan “dituntut” dan pada akhirnya terbantu memverbalkan target dan tujuan. Kepemimpinan yang ada dalam sebuah tim juga akan memastikan hal itu terjadi sehingga disorientasi selalu dapat dihindari.

Lebih banyak ide dan solusi yang muncul.

Tanpa ide, kerja sering tidak bermakna. Idelah yang membantu kita merancang masa depan. Saat kita bekerja sendirian, ide kerap buntu dan kehilangan energi untuk melanjutkan. Dengan diciptakannya tim, otomatis potensi atau keahlian yang terlibat dalam penyelesaian suatu masalah tidak hanya mengandalkan diri kita sendiri. Solusi dapat segera ditemukan, masalah dapat lebih cepat diselesaikan. Ide-ide segar yang muncul dari anggota tim yang lain bisa membantu atau memicu kita jadi lebih kreatif dan inovatif. Hal seperti itu selalu kita perlukan dalam kerja-kerja kita, bukan? Bisa dibilang, format tim cocok untuk menyelesaikan perkara-perkara kecil sampai yang besar, hingga yang kompleks sekalipun. Tingkat produktivitas lebih besar, ketimbang kerja sendiri-sendiri.

Tekanan berkurang.

Karena banyaknya orangnya, format tim juga membantu para personilnya untuk tidak tertekan bila masalah menimpa. Itu terjadi karena, selain setiap orang akan menerima tanggungjawab yang sifatnya spesifik, pembahasan masalah yang ada kerap dibahas bersama. Beban dipikul sama rata, tidak mengintimidasi satu orang saja. Kalaupun terjadi kegagalan, tekanan atas kegagalan itu akan kembali ditanggung oleh seluruh personil tim, baik pemimpin maupun anggotanya.

Tim bisa membangun rasa percaya diri para anggotanya.

Kapan rasa percaya diri menurun? Ketika kita merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Rasa tidak mampu ini, sedikit banyak, akan dibantu dan akan dinetralisir oleh format tim. Sehingga, rasa percaya diri kita akan membaik karena melihat ada banyak orang yang siap bersama-sama menyelesaikan persoalan. Selain itu, tim mendidik kita untuk menerima satu tanggung jawab dan dengan sendirinya mengembangkan kapasitas diri kita kala menyelesaikannya. Kala kapasitas kita meningkat, percaya diri pun bertambah.

Tim lebih responsif dan evaluatif terhadap keadaan.

Dalam setiap kerja dan rencana yang dilakukan manusia, sering ditemukan masalah di tengah jalan. Semakin kita cepat menemukan dan mencari jawabannya, itu semakin bagus. Jumlah anggota tim akan membantu kita untuk melakukan hal ini karena keterbatasan perserorangan diminimalisir dengan memperbanyak kuantitas. Dengan kerja tim, kita pun mampu mengoreksi dan dikoreksi sehingga gerak-gerik langkah kita selalu berada dalam “jalur yang tepat”.

loading...

Lebih menyenangkan dan bersemangat.

Tentu saja. Dalam tim yang asyik, atmosfir persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan akan terbangun antar sesama anggotanya. Interaksi-interaksi yang tercipta mendorong lahirnya canda. Keberadaan humor semacam ini sangat penting untuk meluweskan atmosfer ketegangan yang ada. Keakraban lahir. Setelah itu, kita akan merasa jauh lebih bahagia, disiplin, dan lebih mempunyai energi sebab kita bekerja sama dengan “sahabat-sahabat” kita sendiri. Format tim pun bakal memberikan kesempatan pada tiap personilnya untuk menikmati bagaimana diri mereka menjadi sesuatu yang lebih besar dari diri mereka masing-masing.

Kekuatan perkalian.

Tim yang solid adalah sebuah kekuatan yang sifatnya bukan pertambahan kuantitas. Walaupun ia, secara kasat mata, kelihatan seperti pertambahan personil, tapi saat para anggotanya telah bersenyawa, kekuatan yang mereka miliki sifatnya bukan lagi pertambahan, melainkan perkalian—bahkan bisa pula perpangkatan. Hal aneh-tapi-nyata ini dapat terjadi ketika antara satu anggota dengan anggota yang lain saling menguatkan, mengerahkan tenaga semaksimal mungkin, saling menutupi kekurangan, dan saling mendoakan. [SHOOT]

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan