Marak Pelecehan Anak, Muncul Usulan Pastor Diperbolehkan Menikah

Posted on

Lahiya – Begitu maraknya kasus pelecehan yang dialami oleh anak-anak di bawah umur membuat salah satu komisi negara Australia mengajukan sejumlah rekomendasi kepada Gereja Katolik, salah satunya menghapuskan peraturan tidak menikah bagi para pastor.

Hal tersebut seperti yang diwartakan oleh Cnnindonesia.com, dalam laporan yang dirilis pada Jumat (15/12), Komisi Respons Institusi menuliskan bahwa Takhta Suci Vatikan tak boleh menutup mata terhadap risiko pelecehan terhadap anak lantaran peraturan selibat dalam kehidupan religi.

“Ini harus mencakup pertimbangan apakah model kehidupan keagamaan dalam dimodifikasi untuk memfasilitasi bentuk lain dari asosiaso, jangka yang lebih pendek untuk komitmen selibat, dan/atau kehidupan selibat secara sukarela,” bunyi salah satu rekomendasi, dikutip dari Cnnindonesia.com, Jumat (15/12/2017).

Keputusan mengajukan rekomendasi tersebut dilakukan untuk mengatasi kegagalan serius dari institusi Australia dalam melindungi warga terhadap risiko pelecehan yang kerap terjadi. Di mana menurut data, anak-anak rentan menjadi korban pelecehan, bahkan dalam organisasi keagamaan sekalipun.

Baca Juga: Bikin Merinding! 6 Orang Ini Tewas Tak Lama Usai Ber-Swafoto, Ada yang dari Indonesia

Sebanyak 61,4 persen dari para korban pelecehan di isntansi keagamaan yang diwawancarai komisi mengungkapkan kekerasan yang mereka alami terjadi di organisasi Katolik. Dan dari 189 rekomendasi yang diajukan, sekitar 20 di antaranya diperuntukkan bagi Gereja Katolik.

“Yang sekarang perlu dilakukan oleh para pemimpin Gereja adalah menanggapi dengan serius rekomendasi dari temuan ini dan mereka mau bertindak untuk mengatasi temuan ini,” tulis komisi tersebut lebih lanjut.

Temuan terbesar yang dilansir oleh komisi tersebut pada bulan Februari lalu, mengungkap sebuah fakta yang cukup mencengangkan, di mana 7 persen pastor Gereja Katolik di Australia diduga melakukan pelecehan dalam institusi keagamaan.

Baca Juga: Sinting! Terbakar Cemburu Buta, Pria Ini Kirim Bom ke Selingkuhan Istrinya dan Meledak

Sejumlah tokoh penting Katolik Australia telah mengajukan permohonan maaf atas temuan menggegerkan tersebut. Dan menanggapi hal itu, Uskup Agung Melbourne Denis Hart mengungkapkan bahwa temuan dan rekomendasi hidup selibat masih harus dikaji dan dipelajari lebih lanjut.

“Kami mengetahui bahwa institusi yang memiliki pastor selibat dan institusi yang tidak memiliki anggota selibat juga menghadapi masalah yang sama. kami mengetahui bahwa ini juga terjadi di keluarga-keluarga yang tidak mempraktikkan hidup selibat,” jelas Denis Hart.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan