Home Pernikahan Mau Nikah? Cek 5 Hal Persiapan Pernikaha Ini Dulu

Mau Nikah? Cek 5 Hal Persiapan Pernikaha Ini Dulu

SHARE

Mengapa penting membahas topik siap nikah? banyak kasus pengasuhan ternyata berakar dari masalah perkawinan, akarnya adalah ketidaksiapan pernikahan.

Faktanya, data dari BIMAS DEPAG RI menyebut mayoritas perceraian terjadi di usia pernikahan <5 tahun, dan jumlahnya naik lebih dari 100%. Dulu suami yang menceraikan istri. Sekarang terbalik. Alasannya ketidakcocokan! Lalu masalah ekonomi hanya 20%. Jelas ini karena ketidaksiapan secara emosi.

Dampak perceraian banyak, risiko terhadap pengasuhan dan sosialnya tinggi. Apalagi jika masih punya bayi dan jadi janda muda.

Apa itu siap nikah? Apalagi menikah dengan jalan taaruf. Siap komitmen dan juga tanggung jawab dalam pernikahan: peran baru, kematangan pribadi, stabilitas emosi,  dan penerimaan objektif.

Lalu, apa saja persiapannya?

Persiapan Mental

Siap menerima pasangan apa adanya. Ia manusia, bukan malaikat. Kita seakan membeli rumah yang sudah jadi, bukan beli tanah dan membuat bangunan baru. Jadi apa yang perlu dilakukan? Siap secara mental juga menerima keluarga besarnya, bukan hanya dirinya. Pernikahan adalah menyatukan dua keluarga. Siap nikah secara mental juga siap bertanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga dengan Allah. Pernikahan adalah janji agung.

Persiapan Finansial

bukan soal banyaknya. Sejak awal sudah direncanakan sumber-sumber pemasukan, pos-pos pengeluaran dan bagaimana cara pengelolaannya.

Persiapan Fisik

pemeriksaan fisik agar dapat diketahui permasalahan secara dini. Apa ada kelainan darah, organ reproduksi, adiksi narkoba, atau bahkan pornografi? Hal tersebut agar bisa disiasati dan disembuhkan dulu. Orang yang adiksi porno, bukan hanya bermasalah secara emosi, tapi juga secara seksual. Kehidupan seksualnya tidak sehat.

Persiapan Sosial

Selain mengenal karakter diri, harus pula mengenali pasangan serta keluarganya dengan baik. Persiapkan juga keluarga besar. Kenali bagaimana pasangan merespon emosi, latar belakang pengasuhannya (otoriter, permisif, atau otoritatif)? Hal ini akan berpengaruh ke cara asuh kita terhadap anak. Mengenali pasangan bukan hanya sebelum nikah, tetapi sepanjang hayat. Karena semua manusia bertumbuh. Dan mengenal adalah bibit untuk jaga romantisme.

Persiapan Spiritual

Kualitas hubungan dengan sesama manusia adalah cerminan kualitas hubungan kita dengan Yang Diatas. Jadi ini modal utama dalam pernikahan.
Persiapan ilmu

loading...

Itulah 5 persiapan yang harus dimiliki setipa pasangan saat akan menikah. Bagaimana komunikasi efektif, perbedaan laki-laki dan wanita (sifat dasar dan cara berpikir), cara komunikasi dan pemecahan masalah, tujuan menikah, visi keluarga, pembagian peran suami-istri, tujuan pengasuhan, bagaimana ekspresi emosi penting diperhatikan sebelum terikat janji suci.

Persepsi setelah menikah perlu didiskusikan sebelum menikah. Misalnya, istri akan bekerja atau tidak. Bentuk komunikasi anak-orang tua untuk mengatakan keputusan berdua, bukan kita-mertua. Untuk memberi hadiah, baru kita ke mertua. Pahami posisi pasangan dalam keluarganya.

Jika akan menikahi pasangan yang sudah punya anak, selidiki dulu berakhirnya pernikahan calon pasangan ini karena meninggal atau bercerai. Sepakati pola pengasuhan yang akan dilakukan pada anak tiri, terutama jika kasus perceraian. Duduk bersama semua yang terlibat dalam pengasuhan.
Perlakuan kita terhadap anak tiri sama dengan anak kandung. Selesaikan masalah emosi anak dari masalalu, lalu tetapkan tujuan pengasuhan

[email protected] merangkum siaran @RadioSmartFM dengan ibu Perwitasari 26/08/2015

SHARE

1 COMMENT

Comments are closed.