Memanas! Amerika Serikat Ancam akan Lakukan Ini Pada Palestina Jika Tak Lepaskan Yerusalem

Posted on

Lahiya – Beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Bahkan, ia juga memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem.

Kini, lagi-lagi Trump melakukan hal tak menyenangkan terhadap Palestina. Ia bahkan mengancam bahwa AS akan menghentikan bantuan dana untuk rakyat Palestina.

Dilansir tribunnews.com, melalui akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, dia mengatakan bahwa AS tak mendapatkan apresiasi atau penghormatan apapun sebagai balasan atas bantuan tersebut.

Tak cuma itu, Trump juga menyinggung soal Yerusalem sebagai Ibukota Israel membuat Palestina melenceng dari meja diskusi terkait pembicaraan damai antar kedua negara.

Baca juga: Jejak Perjuangan Soekarno untuk Kemerdekaan Palestina

Sementara itu, masyarakat Palestina menganggap bahwa langkah AS yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina tak bisa dijadikan penengah dalam pembicaraan damai tersebut.

Sebelum membahas soal Palestina, Trump sebenarnya juga berkicau soal Pakistan. Menurutnya, Pakistan hanya memberikan tipuan dan kebohongan sebagai balasan atas bantuan miliaran dollar yang diberikan AS.

Bukan cuma ke Pakistan, kami membayar miliaran dollar hanya untuk omong kosong. Sebagai contoh, kami membayar rakyat Palestina ratusan juta dollar pertahun dan tidak mendapat apresiasi apapun.” katanya.

Mereka bahkan tidak mau bernegosiasi terkait pernyataan damai dengan Israel. Kami telah mengambil Yerusalem, bagian terberat dalam negosiasi, keluar dari meja. Tapi Israel, untuk itu, harus membayar lebih banyak. Tapi, dengan rakyat Palestina tidak lagi ingin berdamai. Lalu mengapa kami harus memberikan bantuan masa depan ini untuk mereka?” lanjutnya.

Diketahui, AS merupakan donatur untuk badan PBB yang mengurusi Palestina. Lembaga PBB ini menyoroti pendidikan, kesehatan, serta program sosial bagi pengungsi Palestina.

Tahun 2016 lalu, AS memberikan hampir 370 juta dollar atau setara dengan Rp 5 triliun dan menjadi donatur pemerintah terbesar untuk lembaga tersebut.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan