Memburu Alien, Cina Bangun Teleskop Raksasa. Sudah Ada 2 Temuan Baru

Posted on

Lahiya – Sepanjang sejarah, negara-negara adidaya kerap bersaing untuk menjadi yang terdepan dalam eksplorasi rung angksa. Dulu, negara-negara ini berlomba jadi yang pertama mendaratkan astronotnya di bulan. Di Abad ke-21, persaingan berkembang untuk jadi yang pertama melakukan kontak dengan kehidupan alien.

Dikutip dari laman tempo.co Sabtu (1/20/2018), sejumlah negara berusaha untuk berhubungan dengan kehidupan alien menggunakan teleskop terbaik mereka. Soal teleskop ini, Cina tampaknya jadi yang terdepan.

Cina telah mengoperasikn teleskop radio terbesar di dunia dengan kemampuan 500-meter Aperture Spherical Telescope (FAST). Belum puas dengan itu, pada minggu ini Cina telah menyetujui rencana untuk Xingjiang Qitai 110 m Radio Telescope (QTT).

Perlu diketahui bahwa QTT ini merupakan sebuah teleskop baru dengan piring yang dapat dikendalikan (steerable) berdiameter 10 persen lebih besar dari teleskop Green Bank yang berada di West Virginia, Amereka.

Green Bank sendiri sebelunya adalah teleskop steerable terbesar di dunia. Nampaknya Cina bakal punya yang lebih. Teleskop baru Cina ini bakal memiliki kemampuan untuk memantau 75 persen langit.

Baca Juga: Kubu OSO Cium Nita Busuk Sarifuddin Sudding untuk Bawa Hanura Membelot dari Jokowi

“Antenanya terbesar di dunia, akan dapat melacak asal-usul sinyal yang diterima,” ujar Song Huagang dari Observatorium Chinese Academy of Sciences Xianjiang dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir dari laman Outer Place, 18 Januari 2018.

Dijelaskan juga bahwa Teleskop radio baru seperti yang akan dimiliki Cina ini sangat penting untuk mendeteksi sinyal tertentu lantaran dapat dipindahkan, diputar, dan ditujukan untuk target tertentu.

Teleskop QTT ini akan beroperasi pada frekuensi 150 MHz sampai 115 Ghz. Frekuensi ini dioptimalkan untuk melakukan penelitian tentang gelombang gravitasi, lubang hitam dan materi gelap.

“Di sekitar teleskop ini ada pegunungan Tianshan yang akan melindungi teleskop dari kebisingan elektromagnetik,” ucap Song. “Di situ jarang penduduknya, tepatnya di timur laut Xianjiang.”

Masih dilansir dari tempo.co, akhir tahun 2017 lalu, ilmuwan mengonfirmasi bahwa teleskop radio terbesar di dunia milik Cina telah mendeteksi dua bintang baru yang mengirimkan gelombang radio selama uji coba.

The Five hundreed meter Aperture Spherical Telescope (FAST) yang terletak di bagian pedesaan provinsi Guizhou, Cina, melakukan uji coba pertamnya pada September 2016. Baru di bulan oktober 2017 teleskop ini menemukan dua bintang baru.

Para ilmuwan dari National Astronomical Observatories of China (NAOC) mengatakan bahwa FAST menemukan dua pulsar baru pada tanggal 22 dan 25 Agustus. Penemuan itu kemudian diverifikasi dengan teleskop radio Pekes di Australia.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan