Mencengangkan! Ini Hasil Investigasi Disdik Terkait Kabar Ahok Tebus Ijazah Anak Lamongan

Posted on

Lahiya – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjadi viral di media sosial. Kabar Ahok yang kini tengah menjadi perbincangan itu adalah terkait dengan seorang siswi SMA di Lamongan yang mengaku meminta mantan Gubernur DKI Jakarta ini  menebus ijazahnya.

Sebagaimana diberitakan situs detik.com, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur lantas menginvestigasi kebenaran akan itu. Hasil temuannya ternyata berbeda dengan apa yang dikabarkan. berikut adaah hasil investigasi selengkapnya.

Kabar viral ini bermual dari sebuah foto surat. Di dalam surat tersebut tertera tanda tangan Ahok. Surat itu sendiri ditujukan kepada seorang siswi berinisia F. Isi surat itu kurang lebih memerintahkan agar F menghubungai staf Ahok yang bernama Natane untuk membantu menyelesaikan persoalan ijazah yang masih masih tertahan di sekolahnya.

Foto surat inilah yang menjadi viral dan diperbincangkan netizen di media sosial. Sementara itu, perihal dengan kebenaran bahwa Ahok membantu siswi F ini, Disdik Jawa Timur kemudian menerbitkan penjelasan tertulis berjudul ‘Klarifikasi Berita Viral tentang Ijazah Siswa dari SMAN 3 Lamongan’.

Baca Juga: Muhaimin Ingin Jadi Cawapres, Jokowi Enteng Bilang Begini

Laporan hasil investigasi Disdik Jatim itu disampaikan oleh Kadisdik Jatim, Saiful Rachman kepada awak media pada Selasa (2/1/2018).

Saiful mengatakan bahwa siswi berinisial F ini tidak pernah mendatangi sekolah untuk cap tiga. Ia juga tidak mengambil ijazah setelah lulus pada Mei 2017. F baru datang ke sekolah pada tanggal 28 Desember 2017 menemui bagian Tata Usaha untuk mengambil ijazah.

Bagian TU ini lantas memberitahukan kedatangan F kepada kepala sekolah. Saat itu, F ditemani perempuan yang mengaku wali murid. Ia pun bertemu dengan Wiyono, kepala sekolah SMAN 3 Lamongan.

Saiful mengatakan, “Perempuan tersebut mengatakan F menang lomba menulis puisi Ahok tanpa menyebutkan dia berkirim surat kepada Ahok.”

Perempuan itu, lanjut Saiful, kemudian meminta nomor rekening sekolah. Katanya akan ditransfer ke rekening tersebut hadiah dari lomba menulis puisi Ahok sebagai tebusan untuk mengambil ijazah sekaligus membayar tunggakan sekolah.

Saiful menyebut perempuan itu menunjukkan ponselnya kepada kepala sekolah. “Menurut penjelasan perempuan tersebut, berisi percakapan dengan seseorang sambil mengatakan ‘bapak jangan takut kalau nanti ini menjadi berita viral’. Namun kepala sekolah menolak membaca isi percakapan karena tidak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah maupun sekoah,” terang Saiful.

Akhirnya, kepala sekolah mengantar F dan perempuan itu ke bagian TU untuk capa tiga jari dan menyerahkan ijazahnya, Saiful menyebut bawa sekolah tidak membebankan biasa kepada F untuk mengambil ijazahnya.

“Selama proses ini berlangsung, Kepala Sekolah Wiyono tidak pernah menjalin komunikasi dengan Saudara Natanel Ompusunggu sebagaimana yang disebutkan dalam berita di media massa dan media sosia maupun sejumlah media lainnya,” ujar Saiful.

Masih diansir dari laman detik.com, Saiful menyimpulkan, tidak benar bahwa sekolah menahan ijazah F. Saiful lalu membenarkan bahwa F memiliki tunggakan biaya bantuan sekolah sebesar Rp 2 juta. Tunggakkan itu sendiri, sambung Saiful, dianggap lunas setelah F lulus.

“Meskipun F punya tunggakan, hal itu tidak menjadikan alasan bagi sekolah untuk menahan ijazahnya karena sejak awal segala bentuk tunggakan dinyatakan lunas,” kata Saiful.

Saiful mengatakan, kenapa ijazah belum diserahkan kepada F, itu karena yang bersangkutan belum pernah datang ke sekoah untuk melakukan cap tiga jari. Saiful juga membantah bahwa ijazah diserahkan karena biaya atau bantuan Ahok.

“Selama proses pengambian ijazah, tidak ada biaya atau bantuan dari pihak siapa pun, termasuk munculnya pengakuan bahwa ijazah itu diberikan atas bantuan Ahok dari orang dekatnya,”  tandasnya.

Baca Juga: Wow! Mike Tyson Mengaku Bikin Taman Ganja di California

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan