Mendapatkan Sumbangan Miliaran, Akhirnya Meninggal Juga! Bocah Berusia 4 Tahun yang Sakit Ini Memohon Pada Ibunya “Tolong Kuburkan Saya Saja”

Posted on

Erabaru.net. Kata –kata bocah yang sakit ini melelehkan air mata yang mendengarnya, “Tolong kuburkan saja saya! Saya sangat tersiksa setiap hari seperti ini, saya tak tahan lagi,” katanya.

Du Sihan, bocah yang baru berusia 4 tahun ini didiagnosis menderita “thalassemia berat” saat usianya kurang dari satu tahun.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Bocah yang malang, dengan badannya yang kecil, setiap hari ia harus menahan siksaan sakit yang merajamnya.

Karena tak tahan dengan rasa sakit yang selalu dirasakannya, bocah ini bahkan memohon pada ibunya “Tolong kuburkan saya.”

Membuat keluarganya tak kuasa menahan sedih.

Setelah diliput media, sumbangan pun mengalir untuk pengobatan bocah malang itu, dan dalam tempo relatif singkat terkumpul lebih dari 1.8 miliar rupiah.

Namun bocah ini ternfeksi setelah operasi disertai nyeri akibat batu empedu, dan akhirnya meninggal pada 31 Mei lalu.

Laman scnews.org menyebutkan, bocah malang bernama Du Sihan sebelumnya pernah meratap sedih memohon kepada ibunya agar “menguburnya saja”.

Ketika itu, sang ibu mengira itu hanyalah ucapan seorang anak kecil, jadi ibunya pun menimpalinya dengan canda, “di mana kamu mau dikuburkan? Mau main petak umpet sama ibu ?”

Tapi tak disangka, Du Sihan berkata “Tidak, kuburkan saya di dalam tanah.”

Kata-kata dan ucapannya ketika itu serasa mengiris ulu hati anggota keluarganya.

Bocah yang baru berusia 4 tahun sudah bisa berkata seperti itu dengan serius, dan bisa bersikap layaknya sesosok orang dewasa.

Dia akan merasakan nyeri saat pemeriksaan di rumah sakit, tapi ia hanya berteriak beberapa saat, tidak pernah menangis, sebaliknya justru ibunya yang menangis sedih melihatnya, dan ia akan menghibur ibunya “saya saja tidak menangis, ibu juga tidak boleh menangis.”

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan