Mengenal Fredrich Yunadi, Kuasa Hukum Papa yang Dulu Sempat Daftar Ketua KPK

Posted on

Siapa sangka kasus Setya Novanto kini kembali mencuat dan jadi perbincangan publik. Setelah peristiwa kecelakaan yang terjadi itu, kini Papa diketahui sedang mengalami luka parah sehingga harus dilakukan perawatan insentif, bahkan kalau perlu dibawa ke Singapura. Ada yang bilang itu semua hanya akal-akalan agar bisa kabur, namun juga ada yang mengatakan memang begitu lah adanya.

Masih soal Setya Novanto, dalam kasus yang menjeratnya itu, kita pasti sadar kalau ada satu sosok yang selalu muncul di dekatnya. Ya, dia adalah Fredrich Yunadi, sang kuasa hukum dari Setya Novanto sendiri. Saking getolnya membela kliennya, bahkan dirinya siap jika harus melawan KPK dalam persidangan. Yuk lebih mengenal si pengacara handal yang di sewa papa itu.

Sang pengacara yang ternyata sempat daftar jadi pimpinan KPK

Meskipun saat ini Fredrich Yunadi menjadi pengacara resmi dari Setya Novanto dalam kasus e-KTP, namun siapa sangka dulunya dia sempat mendaftar jadi pimpinan KPK. Bersama 11 kandidat lainnya, Fredrich melakukan serangkaian tes kelayakan yang diadakan pada tahun 2010.

fredrich yunadi dan kpk [image source]

Namun sayang dirinya tidak lolos uji kelayakan dan kepatuhan, padahal sudah berhasil dalam psikotes dan makalah. Akhirnya hanya empat kandidat yang tersisa Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain. Siapa sangka takdir menemukannya kembali dengan KPK, namun bukan sebagai calon pimpinan lagi, melainkan lawan dalam persidangan.

Pengacara kondang yang sudah beberapa kali berhadapan dengan KPK

Ini bukanlah kali pertama Fredrich harus melawan KPK dalam persidangan. Pasalnya sebelum jadi pengacara Setya Novanto, dirinya sudah sempat bernda pimpinan DPR ini Fredrich bahkan sempat akan melaporkan KPK karena bertindak tidak baik pada kliennya.

Pengacara Papa 

Namun siapa sangka dia tidak sendiri saat menjadi seorang kuasa hukum. Pasalnya Fredrich memiliki sebuah kantor pengacara dengan dukungan 12 pengacara dan 25 hakim Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, polisi, dan ahli-ahli hukum sebagai rekan. Jadi bukan hal yang aneh kalau lawyer yang satu ini berani menangani kasus-kasus besar.

Sang pengacara kondang yang ternyata suka dengan moge

Meskipun kiprahnya dalam dunia pengacara sudah tidak perlu diragukan lagi, namun siapa sangka kalau Fredrich masih sempat meluangkan waktu untuk hobi nyentriknya. Kalau biasanya para pejabat atau kuasa hukum identik dengan olahraga golf, Fredrich malah menekuni hobi moge sebagai penghilang penat saat bekerja.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan