Mengenal Port Moresby, Kota ‘Paling Berbahaya’ yang Bertetangga Dengan Indonesia

Posted on

Bagi sebagian orang Indonesia, meninggalkan kota kelahiran dan pindah ke luar negeri mungkin pernah menjadi impian, disamping anggapan lebih modern, luar negeri juga bisa menjanjikan kehidupan yang lebih layak. Contoh sederhananya saja para TKI dan TKW yang rela meninggalkan negara asal demi menjadi pekerja dan asisten rumah tangga di negara orang.

Namun, bagi para penduduk Port Moresby mungkin mereka lebih ingin meninggalkan negara mereka dan pindah ke tempat yang lebih aman. Bagaimana tidak, setiap hari mereka harus hidup dihantui bayang ketakutan, bahkan resiko untuk dibunuh bisa datang setiap saat. Bertetangga dengan negara kita Indonesia, inilah fakta Port Moresby, Ibukota  Papua New Guinea yang mendapat julukan sebagai Kota paling berbahaya sedunia.

Baca Juga
Tajir tapi Dermawan, 5 Negara Ini Jadi Sasaran Bill Gates ‘Hambur-hamburkan’ Uangnya
Inilah 4 Pemain “Buangan” yang Ternyata Lebih Gemilang dengan Tim Barunya

1. Pengamanan hotel melebihi ketatnya penjara Nusakambangan

Kamu pasti tau penjara Nusakambangan bukan? Lapas dengan super ketat dengan pengamanan internal dan eksternal untuk para terorisme dan pelaku kejahatan narkoba di Cilacap Indonesia. Nusakambangan mungkin tidak ada apa-apanya dibanding dengan pengamanan hotel di Port Moresby ini. Hotel di Port Moresby dilindungi oleh tembok tinggi dan kawat berduri juga mengelilinginya, pintu masuk hotel tertutup rapat, jangan harap ada receptionist ramah seperti di Indonesia.

Hotel Port Moresby [Image source]

Bukan cuma itu saja, tepat dipintu lobi, kita akan disambut deretan sekuriti lengkap dengan senjata yang siap siaga di tangan, hingga memasuki lift kita harus punya kunci akses khusus. Keluar hotelpun nggak boleh berjalan kaki, namun harus dengan taksi resmi dari hotel. Bayangkan saja, bagaimana ketatnya kota ini kalau hotel saja sudah seperti adegan di film action?

2. Pembunuhan dan begal adalah hal biasa karena Gangster ada di mana-mana

Tingginya tingkat kriminal yang ada di kota ini tidak terlepas dari para gangster dan preman yang menguasai jalanan, bahkan beberapa kelompok mempunyai daerah kekuasaan khusus yang tidak boleh dikuasai oleh gangster lain. Tak heran, konflik antar para gangster juga adalah hal yang biasa terjadi dan mewarnai dunia hitam di Port Moresby.

gangster port Moresby [Image source]

Dilansir dari tribunwow.com, Kip Koboni, Bomai, Mafia, dan 585, adalah beberapa kelompok raskol (begal) yang paling ditakuti di kota ini. Kelompok gangster ini juga bisa melakukan segala aksi kriminal tanpa pandang bulu dari mencuri, menggarong, membegal, membajak kendaraan, hingga memperkosa dan melukai korban. Bahkan, 2016 lalu ada seorang WNI yang bekerja di Vanimo ditembak oleh sekelompok perampok saat berbelanja di sebuah mini market.

3. Sekuriti adalah pekerjaan idaman dengan gaji paling menjanjikan

Kalau di Indonesia, security, satpam, atau penjaga keamanan bukanlah pekerjaan idaman dengan gaji menjanjikan. Namun, beda lagi ceritanya di Port Moresby, penduduk tidak hanya membeli kebutuhan hidup saja, tapi juga rasa aman dengan memiliki pelindung pribadi alias sekurity.

Menjadi sekuriti adalah pekerjaan menjanjikan [Image source]

Makanya tak heran jika menjadi sekuriti di kota ini adalah pekerjaan paling menguntungkan. Di kota dengan tingkat kriminal tinggi, setiap detik nyawa bisa melayang membuat orang rela kemana-mana harus dikawal ketat bak pejabat tanah air dengan sekuriti bersenjata lengkap.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan