penyebab-stroke
senior man with headache

Mengenali Penyebab Stroke

Posted on

oleh:
Erikar Lebang

Semalam saya menjenguk sahabat yang sakit, “gue light stroke” katanya singkat. Saya hanya nyengir tak banyak bicara, karena memang tak ditanya. Beliau cerita memanjang sampai ke bagian dokter mengatakan bahwa ada penyumbatan di pembuluh darahnya, “jadi gini,” ia memperagakan dengan tangannya.

Ia membulatkan jari-jari sebelah tangannya, “tadinya segini, terus begini” katanya. Saya? Masih tidak berkomentar. Ia menyempitkan lingkaran yang dibentuk jari tangannya “. jadi sempit, gara-gara itu darahnya susah lewat”. Reaksi saya? Tidak ada ekspresi. “Tapi tenang aja, kata dokternya tinggal pake obat *sebut merk* masalah itu bisa diatasi,” dia menutup penjelasannya. Saya? Ketawa ngakak.

Dia terusik melihat saya tertawa. “Emang gak bener ya?” Hihi, kalau saja benar apa yang didengar dari dokternya. Dunia sudah steril dari stroke. Tapi, apa lacur? Berapa banyak penderita stroke menghiasi tajuk berita lisan harian yang beredar di antara kita? Saya jamin kian meningkat, bukan?

Kesimpulannya apa? Tidak ada obat yang bisa membuat stroke menghilang sesederhana itu. Mengurangi gejala iya, memanjangkan jeda bencana iya, tapi menghilangkan stroke semudah ‘membuang upil dari hidung’, tentu saja tidak. “Iya sih, kata dokternya kalau nanti ada serangan ke 2-3, baru parah.”

Ujarnya kemudian. Nah! Dari penjelasan itu saja, dokternya sudah tumpang tindih antara: mudah karena ada obat A dengan akan adanya serangan stroke lanjutan. Ditambah lagi embel-embel kata serangan yang selanjutnya baru akan parah. Indikasi apa yang dilakukannya sekarang tidak menyelesaikan masalah.

Dijelaskan begini, baru teman saya panik. “Jadi gue harus ngapain dong?” Tanya dia. Saya balik bertanya, “Emang gak dikasih tau?” Dia menggeleng. Saya ketawa. Dia sebel. Saya tambah teretawa. “Terus, kenapa sih gue bisa begini? Saya tertawa lagi. Lebih keras. Dia ngambek “Terus terang di sini saya merasa sedih”.