Mengulik Gang Dolly yang Melegenda, Tak Banyak yang Tahu Sosok Dolly Sebenarnya. Siapa Dia?

Posted on

Lahiya – Sempat resmi ditutup pada 19 Juni 2014, namun aktivitas di Gang Dolly, kawasan praktik pemuas hawa nafsu paling ternama di Kota Pahlawan ini kembali menjamur. Terbukti dengan diamankannya tujuh orang, termasuk ‘Mami’ di lokasi tersebut baru-baru ini.

Terkait penutupan tempat tersebut dari segala aktivitas cabul oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, memunculkan pro dan kontra dari banyak pihak, terutama para pekerja yang menggali rupiah di Gang Dolly. Dan ternyata kontroversi serupa sudah terjadi sejak puluhan tahun sebelumnya.

Dilansir dari laman Grid.ID, protes kali pertama ketika itu menyangkut pemilihan nama ‘Dolly’. Tepatnya terjadi pada tahun 1990-an, Dolly melayangkan penolakan tegas terkait penggunaan namanya sebagai nama tempat tersebut.

Yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah sosok Dolly yang namanya ikut melegenda seiring dengan semakin terkenalnya Gang Dolly di telinga para pria hidung belang ini?

Baca Juga: Tegas! Jika LGBT Sampai Dilegalkan di Indonesia, Bambang Soesatyo Bakal Hengkang dari Ketua DPR

Kenapa kok (pakai) namaku? Padahal germo di sana kan, banyak?” demikian kata Dolly pada tahun 1990-an, saat mengungkapkan protes lantaran namanya yang terpilih untuk menamai lokasi pelepas syahwat di Surabaya itu, seperti yang dikutip dari laman Grid.ID, Minggu (21/1/2018).

Dikenal sebagai legenda, siapa yang mengira Dolly jarang bisa dijumpai. Banyak yang berasumsi ia adalah germo, wanita, berdarah Belanda. Ada yang menyebutkan namanya Dolly van der Mart. Sementara desas-desus lainnya mengatakan ia adalah pria.

Namun, usut punya usut, Dolly adalah panggilan wanita bernama Advenso Dollyres Chavit, anak dari pria Filipina yang menikahi Herliah, wanita Jawa. Dolly dilahirkan sekitar tahun 1929. Berasal dari keluarga yang kurang berada, ia pun tak punya pilihan lain dan harus menjalani hari-harinya dengan biasa.

“Aku ini hanya sekolah mindho (level SPM). Itu pun tidak tamat karena ada perang. Ibuku pun bukan orang yang mampu. Maka hidupku biasa-biasa saja, tidak ada peningkatan,” kisah Dolly kepada Bambang Andrias, kontributor Majalah Jakarta-Jakarta, 27 tahun silam.

Baca Juga: Skak Mat! Dinyinyirin Kayak Gembel, Jawaban Agnez Mo Bikin Netter ‘Kicep’

Ia menggambarkan keluarganya merupakan keluarga yang cukup religius. Dolly dididik untuk sering pergi ke gereja dan selalu mengingat Tuhan. Namun ia tumbuh menjadi sosok yang berpenampilan dan berkarakter tomboy serta cenderung memberontak.

“Umur 16 tahun aku mulai merokok. Waktu itu (rokok) yang terkenal Escort, Commodore atau Kansas,” ujar Dolly menggambarkan bagaimana ia melalui masa-masa mudanya, di mana pada masa itu gadis yang merokok adalah hal yang sangat luar biasa.

Meskipun tomboi, namun kecantikan dan kemolekan tubuh Dolly tetap terpantul. Menginjak usia 20 tahun, ia dinikahi Soukup alias Yakup, seorang kelasi Belanda. Keduanya dikaruniai anak laki-laki. Malang, belum juga si anak berusia 5 tahun, ia harus menjadi single parent, ditinggal mati Yakup.

Kesulitan ekonomi mulai menggelayuti kehidupan Dolly dan sang buah hati. Dan akhirnya dengan sangat terpaksa, ia mengambil keputusan untuk masuk ke dunia terlarang pada awal tahun 1950-an. Berbekal kecantikan dan kemampuannya berbahasa Belanda, Dolly membuat para pria bertekuk lutut.

Baca Juga: Disiksa Sang Kekasih Selama 6 Jam Hingga Hancur, Kisah Kirby Weegram Bikin Trenyuh!

Tanpa kesulitan berarti, ia pun menjelma menjadi idola para ekspatriat yang baru turun dari kapal dan mendambakan kehangatan wanita cantik di atas ranjang. Yang unik dari Dolly adalah, ia sama sekali tak pernah menuntut bayaran uang tunai dari para pria yang menidurinya.

“Aku ini prlacur kelas atas. Aku enggak pernah mau dibayar. Aku cuma menerima ‘kado’,” kisah Dolly yang lebih memilih untuk bertahan sendiri dalam membesarkan buah hatinya dengan Yakup, meski tak terhitung pria yang mengungkapkan ingin mempersunting dirinya, dengan alasan, tak ingin si anak diperlakukan semena-mena oleh ayah tiri.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan