Mengupas Sejarah Terpecahnya Papua dan Papua Nugini, Ternyata…

Posted on

Lahiya – Terletak di ujung Indonesia paling barat, pulau besar berbentuk kepala burung yang membentang ini secara geografis disebut New Guinea. Bagian barat New Guinea masuk dalam wilayah Indonesia, yakni Provinsi Papua. Sementara bagian timur adalah Papua Nugini.

Adapun pertanyaan yang hingga kini masih sering diajukan adalah mengenai bagaimana asal mulanya kedua wilayah tersebut sampai berpisah.

Dilansir dari laman Cnnindonesia.com, nama New Guinea pada pulau tersebut diberikan oleh seorang pelaut bernama Ynigo Ortiz de Retes di tahun 1545. Alasan pemilihan nama tersebut karena ia menilai para penduduk di pulau itu memiliki kemiripan rupa dengan orang Afrika di Pantai Guinea.

Lalu pada tahun 1884, wilayah bagian tenggara dari New Guinea diproklamasikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaannya oleh kolonial dari Inggris di Port Moresby. Dan pada tahun yang sama, bendera Jerman berkibar di wilayah timur laut New Guinea.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2019, Hendropriyono: Pemilu Cukup Sekali 8 Tahun Saja

Tak tinggal diam mengetahui dua peristiwa tersebut, pihak Belanda yang dibuat seperti kebakaran jenggot, sontak mengambil tindakan secepat mungkin. Hal tersebut dikarenakan mereka tak ingin wilayah New Guinea bagian barat jatuh ke tangan bangsa Eropa lainnya.

Kolonial Belanda lantas mengklaim wilayah pulau tersebut dari Raja Ampat hingga 141 derajat di bagian timur (garis yang membentang antara timur Kota Jayapura hingga ke wilayah Merauke) sebagai daerah kekuasaan milik mereka.

Inggris pun mengakui klaim Belanda tersebut pada tahun 1895, disusul dengan pihak Jerman yang ikut mengesahkan permintaan Negara Dam itu. Dan garis batas internasional yang memisahkan Papua Nugini dan Provinsi Papua, Indonesia tetap berlaku hingga saat ini.

Baca Juga: Tegas! Jika LGBT Sampai Dilegalkan di Indonesia, Bambang Soesatyo Bakal Hengkang dari Ketua DPR

Meski terpisah garis batas internasional, namun kedua wilayah tersebut rentan didera berbagai konflik yang menciptakan ketegangan hubungan antara Indonesia dan Papua Nugini. Adapun penyebab terpantiknya api dua negara ini terkait perbatasan wilayah, seperti yang dilansir dari laman Detik.com.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan