Menikmati Bantayan, Pantai Berkonsep Syariah di Aceh

Pantai berpasir putih senantiasa menarik kehadiran wisatawan. Tidak cuma bersantai sembari nikmati angin yang berembus semilir, wisatawan yang datang ke pantai Bantayan di Aceh dapat juga mandi uap.

Pantai Bantayan terdapat di Kecamatan Seuneuddon, Aceh Utara. Tempat wisata ini mempunyai garis pantai yang luas serta kerap dipakai warga sebagai tempat menyingkirkan capek di akhir minggu.

Posisinya di bagian timur Pulau Sumatra lebih kurang ada di tengah-tengah antara Banda Aceh serta Medan. Dari Lhokseumawe, Bantayan terdapat 60 km. ke arah timur.

Orang-orang mulai membuka kembali tempat wisata Pantai Bantayan mulai sejak 30 Juli 2013. Terlebih dulu, semua pantai di delapan desa itu ditutup warga untuk umum lantaran cemas terjadi perbuatan maksiat. Aceh mulai mengaplikasikan hukum syariat mulai sejak 13 th. lalu saat otonomi khusus yang mereka miliki.

Bantayan adalah area dari pantai wisata Ulee Rubek. Saat sebelum tsunami, tempat wisata bahari ini paling ramai di Aceh Utara. Pantai yang landai serta berpasir putih merasa nyaman sebagai tempat pemandian.

Pohon nyiur, beberapa batang cemara, serta rimbunan pandan liar tumbuh di selama garis pantai.

Mulai sejak di buka kembali, Bantayan mengaplikasikan rencana wisata syariah. Disini lelaki serta wanita tak bisa mandi pada tempat yang sama. Ada pembatas yang dipasang pada lokasi spesial lelaki serta lokasi spesial wanita di ruang laut.

Baca juga: Pantai Menganti di Kebumen, Indah Bagai Surga

Sesungguhnya ada satu lagi lokasi, yakni di segi tengah yang ditujukan untuk grup yang datang berbarengan keluarga.

Ketua Pengelola Tempat Wisata Pantai Bantayan, T. Miftahuddin mengatakan aplikasi batas untuk semasing type kelamin perlahan-lahan mulai efisien.

loading...

Aplikasi ketetapan itu sedikit terhalang di awal. Banyak pasangan muda-mudi yang sering tidak mematuhi, baik sebatas duduk berduaan atau berpegangan tangan. Tetapi saat ini telah jarang yang demikian. Bahkan juga pengunjung yang datang rata-rata telah memahami, mesti duduk terpisah untuk non muhrim.

Diluar itu, tiap-tiap pengunjung diharuskan berbusana muslim. Bila mandi di laut, wanita tidak bisa buka jilbab, tidak bisa menggunakan pakaian yang transparan saat basah serta tidak bisa bercelana ketat.

” Bila ada yang tidak mematuhi, jadi bakal kami tujukan untuk beli pakaian sisa gunakan (monza) yang sudah kami sediakan di tempat. Tiap-tiap Minggu kami memanglah meletakkan pedagang pakaian monza di pantai. Bila memanglah pengunjung yang bandel itu tidak ingin ganti pakaiannya dengan pakaian monza itu, jadi dengan suka hati bakal kami persilakan pulang meninggalkan pantai, ” tutur Miftahuddin pada website FikiranMerdeka.

Ketentuan lain yang berlaku di Bantayan yaitu tak bisa ada ternak yang berkeliaran di tempat wisata. Ternak yang berkeliaran bakal di tangkap, serta pemiliknya didenda Rp200 ribu bila mau mengambil kembali hewan peliharaannya itu. Peraturan itu tertulis jelas di pamflet masuk pantai.

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan