Menurut Penelitian, Garam Anda Mungkin Terkontaminasi dengan Potongan Plastik yang Kecil

Posted on

Erabaru.net. Jutaan orang di seluruh dunia telah beralih dari garam meja ke garam laut dalam beberapa tahun terakhir.

Garam laut, yang diperoleh dengan menguapkan air laut, diketahui mengandung mineral dan elemen yang tidak terkandung di dalam garam meja.

Karena garam meja biasanya ditambang dari deposit garam bawah tanah, garam ini banyak diproses untuk menghilangkan nutrisi penting ini.

Selain menambahkan yodium untuk membantu menjaga tiroid yang sehat, proses pemurnian mengeluarkan unsur berlebih untuk tekstur halus.

Dengan demikian, ahli gizi telah mempromosikan magnesium, kalsium, kalium, besi, dan seng yang terkandung di dalam garam laut, yang semuanya menjaga keseimbangan elektrolisis tubuh.

Selain itu, kristal garam laut yang kasar umumnya mengandung lebih banyak citarasa dibandingkan dengan bubuk garam meja.

Setelah kontroversial masalah kesehatan garam meja yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, garam laut telah menjadi pilihan yang lebih diminati bagi penggemar kesehatan dan koki profesional di seluruh dunia.

Tetapi penelitian baru-baru ini menunjukkan ada zat lain terkandung di dalam garam laut yang kami yakini tidak akan Anda temukan pada label kemasannya: mikroplastik.

Penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal ilmiah Scientific Reports awal tahun 2017, meneliti 17 merek garam komersial dari delapan negara yang berbeda untuk mengidentifikasi partikel plastik.

Dengan melarutkan garam laut ke dalam air dan menyaringnya melalui selaput penyaring, peneliti dapat melihat apa yang tersisa pada selaput penyaring.

Hasil? Peneliti menemukan mikroplastik di hampir di semua merek garam laut tersebut, hanya satu merek garam laut saja yang tidak mengandung mikroplastik yaitu yang berasal dari Perancis di mana peneliti enggan menyebutkan mereknya.

Meskipun anda mungkin tidak memiliki masalah yang bermakna dalam mencerna potongan plastik yang sangat kecil ini, namun sebenarnya kita tidak mengharapkan hal ini terjadi.

Ilmuwan khawatir bahan kimia dalam plastik dapat menyebabkan keracunan, ketidaksuburan, dan gangguan genetik pada manusia yang menelannya dalam jumlah banyak.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan