Menyentuh! Inilah Kisah Ami, Atlet Balap Kursi Roda yang Hanya Punya Satu Kaki

Posted on

Lahiya – Dulu, Maria Goreti Samiyati (28) tumbuh sehat dan normal layaknya setiap orang yang dikaruniai kesehatan fisik mental yang sempurna. Semua itu berubah setelah ia mengalami kecelakaan saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ami, demikian panggilan akrabnya, harus rela kehilangan salah satu kakinya. Namun hal itu tak lantas membuatnya ciut. Malahan, Ami tetap melanjutkan hidupnya hingga menjadi salah satu atlet paralimpik berprestasi. Bagaimana ceritanya?

Melansir laporan Health.Detik.com, Sabtu (23/12/2017), Ami ditemui tim jurnalis di kawasan GOR Rawamangun, Jakarta Timur. Ia kemudian menuturkan bagaimana hal ikhwal dirinya menjadi difabel saat kecelakaan itu terjadi menimpanya. Di usianya yang masih remaja kala itu, ia harus rela kehilangan satu kaki akibat suatu kecelakaan. Tak pelak, ia sempat depresi dan berkeinginan untuk b*unuh diri.

Namun pertemuannya dengan Romo Carolus, pastor Paroki St. Stephanus di Cilacap, Jawa Tengah, membuat pandangannya tentang hidup berubah. Romo Carolus mengajaknya untuk bergabung ke dalam sebuah yayasan agar Ami bisa mandiri dan tidak kehilangan rasa percaya diri.

“Semua berubah saat Romo Carolus memberikan saran untuk bergabung dengan yayasan. Awalnya enggak betah, kemudian 2 bulan kursus jahit dan akhirnya saya bisa menjahit serta berhasil menghasilkan uang dari hasil saya sendiri,” ungkapnya.

Baca juga: Soal Surat yang Ditinggalkan Pencuri Celana Dalam dari Jemuran, Indikasi Kelainan Jiwa?

Bergabung dengan NPC

Selanjutnya Ami mendengar informasi dari seorang teman, hingga kemudian di tahun 2013 Ami bergabung dengan NPC (National Paralympic Committee) DKI Jakarta untuk menjadi atlet. Alhasil, di tahun 2015 Ami akhirnya mengikuti Kejurnas NPC yang diadakan di Solo, Jawa Tengah.

“Saya baru dapet prestasi di Kejurnas yaitu mendapat 2 emas dan 1 perak. Namun Kejurnas itu baru seleksi ke PON (Pekan Olahraga Nasional), belum ketingkat lebih tingginya lagi,” tambah Ami.

Kini ke depannya Ami berharap agar mampu lebih berprestasi lagi dalam olahraga balap kursi roda. Targetnya di tahun 2016 lalu adalah bisa memenangkan setidaknya satu emas dalam PON 2016 yang diadakan di Jawa Barat agar bisa mengikuti seleksi ASEAN Para Games 2018.

“Menjadi atlet membuat saya punya kebanggaan tersendiri dalam hidup saya. Terlebih saya bisa memenangkan kejuaraan,” tutur Ami.

Mimpi Besar Ami

“Ini baru pertama kali saya masuk pelatnas. Sebelumnya saya sempat dipanggil untuk seleksi pelatnas ASEAN Para Games 2017 Malaysia, tapi karena saya pulang kampung, kemudian terlambat, akhirnya gagal. Ya mungkin belum rezekinya. Tetapi sekarang saya bisa mendapatkannya untuk Asian Para Games,” paparnya.

Kendati baru pertama kali dan langsung terjun di level Asia, tak membuat Amy minder. Selama ini, dia selalu melakukan latihan di GOR Rawamangun untuk mengasah kekuatannya.

“Mulai latihan pelatnas di NPC Solo awal Januari 2018 karena saya ingin merayakan hari Natal dulu, setelah itu kembali ke Solo untuk fokus latihan di sana bersama teman-teman,” imbuh Amy, dilansir dari reportase DetikSport.

“Yang penting saya di Jakarta masih tetap latihan bersama pelatih dan terus meningkatkan power saya. Jadi fitnesnya di Universitas Negeri Jakarta, sementara latihan sprintnya di GOR Rawamangun,” beber Ami kemudian.

Tak bisa dipungkiri, semenjak menjuarai kejurnas, Ami akhirnya bisa menepis rasa tak percaya dirinya.

“Semenjak dari Kejurnas itu dan dapat medali saya menjadi terbuka. Itu menjadi modal saya, yang tadinya saya menunduk jalan sekarang tegak. Itu titik balik saya menjadi seperti sekarang,” kisahnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan