Meradang! Dituding Keturunan PKI, Menristekdikti Langsung Laporkan Pelaku ke Polisi

Posted on

Lahiya – Tak terima dan merasa terhina atas pencemaran nama baik yang baru-baru ini diterimanya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir memutuskan untuk membawa kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

Dilansir dari laman Antaranews.com, disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono yang ditemui di Jakarta pada Kamis (11/1) kemarin, Muhammad Nasir melaporkan pelaku atas dasar pencemaran nama baik.

Pada Selasa (9/1), Nasir melaporkan tuduhan PKI tersebut ke Polda Metro Jaya bersama para saksi yang juga menerima pesan singkat serupa  melalui aplikasi chatting Whatsapp. “Laporannya dugaan pencemaran nama baik,” tutur Argo Yuwono, dikutip dari laman Antaranews.com, Kamis (11/1/2018).

Lebih lanjut, Argo mengatakan laporan polisi disampaikan Kepala Bagian Advokasi Hukum Biro Hukum Organisasi Kemenristekdikti Polaris Siregar. Berdasarkan laporan, pelaku mengirim pesan sebagai bentuk protes atas pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) di bawah kepemimpinan Muhammad Nasir.

Baca Juga: Gamblang! Setnov Ajukan Permohonan Justice Collaborator, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Atas dasar protes tersebut, pelaku yang tidak diketahui identitasnya tersebut menuding Muhammad Nasir sebagai keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun si pengirim pesan tidak menyebut identitas pastinya, hanya menjelaskan ia bukan rektor ataupun pimpinan perguruan tinggi.

Menanggapi laporan yang dibuat Menristekdikti Muhammad Nasir terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, pihak kepolisian mengungkapkan akan meminta keterangan lebih lanjut dari Nasir. Hanya masih menunggu agenda dari tim penyidik.

Untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, Polda Metro Jaya tak hanya mengagendakan memeriksa Muhammad Nasir seorang, melainkan termasuk sejumlah saksi dan termasuk barang bukti yang sebelumnya telah disertakan Nasir dalam laporan kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut.

Baca Juga: Fadli Zon Tepis Tuduhan La Nyalla Terkait Prabowo Minta Uang Rp 40 Miliar

“Ya, nanti (Nasir akan kami mintai keterangan). Kami tunggu agenda dari penyidik. Semuanya yang berkaitan akan kami mintai keterangan,” jelas Argo Yuwono, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/1/2018).

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan