Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur

Posted on

Metagenesis Tumbuhan (Paku, Lumut, Berbiji) dan Hewan (Ubur-Ubur)  Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Metagenesis. Beberapa jenis makhluk hidup selama pertumbuhan dan perkembangannya mengalami pergiliran keturunan. Peristiwa ini disebut sebagai Metagenesis. Metagenesis adalah pergiliran daur hidup antara generasi yang berkembang biak secara seksual dan generasi lain yang berkembang biak secara aseksual. Biasanya kedua generasi itu berbeda morfologinya.

Metagenesis pada Tumbuhan

Dalam metagenesis tumbuhan berjalan pergiliran keturunan antara generasi gametoift serta generasi sporofit. Generasi gametofit yaitu generasi yang menghasilkan gamet atau sel kelamin (generasi haploid), sedang generasi sporofit yaitu generasi yang menghasilkan spora (generasi diploid).

Metagenesis pada Tumbuhan Lumut

Pada tumbuhan lumut, contohnya lumut daun, spora tumbuh jadi protonema. Protonema tumbuh jadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut bakal menghasilkan anteridium (alat perkembangbiakan jantan) serta arkegonium (alat perkembangbiakan betina). Kedua organ ini bisa ada dalam satu tumbuhan (berumah satu) atau dapat juga ada pada tumbuhan yang tidak sama (berumah dua). Anteridium bakal menghasilkan sperma, serta arkegonium bakal menghasilkan ovum (sel telur)/oleh lantaran itulah tumbuhan lumut disebut dengan sebagai gametofit atau tumbuhan penghasil gamet. Tumbuhan lumut bersifat haploid (n).

Pertemuan antara sperma serta ovum bakal menghasilkan zigot yang pada akhirnya berkembang jadi sporofit atau tumbuhan penghasil spora. Sporofit bersifat diploid (2n). pada lumut daun, sporofit tetap melekat pada ujung tumbuhan (gametofit). Pembentukan spora pada sporofit terjadi lewat pemisahan beberapa sel induk spora dalam spongarium.

Metagenesis pada Tumbuhan Paku

Spora pada tumbuhan paku bakal tumbuh atau berkecambah jadi protalium. Protalium tumbuh menghasilkan alat perkembangbiakan jantan serta betina, yaitu anteridium serta arkegonium. Oleh lantaran itulah protalium disebut dengan sebagai gametofit. Bila anteridium serta arkegonium dihasilkan dalam satu protalium, disebut dengan berumah satu, sedangkan bila dihasilkan pada protalium yang tidak sama, disebut dengan berumah dua.

Daur Hidup Tumbuhan Paku

Sperma serta ovum yang dihasilkan dari kedua alat perkembangbiakan itu mengalami fertilisasi jadi zigot. Zigot pada akhirnya berkembang jadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang dewasa bakal mempunyai daun yang menghasilkan spora, yang disebut dengan sporofil. Oleh sebab itu tumbuhan paku disebut dengan sporofit.

Metagenesis pada Tumbuhan Biji

Tumbuhan biji yang terlihat oleh kita yaitu generasi sporofit. Generasi gametofit betina berkembang di dalam akan biji serta masih tetap menempel dengan tumbuhan induknya. Perubahan gametofit jantan diawali ketika terbentuknya mikrospora, lantas dilanjutkan pada saat setelah penyerbukan. Ketidaksamaannya dengan tumbuhan paku yaitu generasi gametofit tumbuhan biji lebih kecil, perubahannya lebih terproteksi, serta ketergantungan hidup pada generasi sporofitnya (tumbuhan induknya) lebih tinggi.

Mikrospora berkembang jadi serbuk sari setelah keluar dari dalam kotak spora. Pada saat penyerbukan, serbuk sari yag jatuh di kepala putik bakal berkembang membuat buluh serbuk sari. Di dalam buluh serbuk sari bakal terbentuk sel sperma. Pada angiospermae (tumbuhan biji tertutup), yang disebut juga generasi mikrogametofit yaitu buluh serbuk sari. Sedangkan yang disebut dengan generasi megagametofit (makrogametofit) yaitu kantong lembaga (kantong embrio).

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan